Kamis, 09 Oktober 2014

Makalah Kulit (IDK 1)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Manusia memiliki 5 (lima) macam organ indera, terdiri dari indera penglihatan (mata), indera penciuman (hidung), indera pengecap rasa (lidah), indera pendengaran (telinga), dan indera peraba {kulit). Kulit dalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari, asap kendaraan yang menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat transportasi tempat bermuaranya kelenjar keringat yang keluar ( kelenjar sudorifera ) yang terletak pada lapisan dermis.

1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut.
1.      Apa yang dimaksud dengan kulit?
2.      Bagaimana susunan anatomi kulit?
3.      Apa fisiologi dari kulit?
4.      Gangguan-gangguan apa saja yang menyerang kulit?

1.3  Tujuan Masalah
Sejalan dengan rumusan masalah di atas, adapun yang menjadi tujuan dalam tulisan ini adalah sebagai berikut.
1.      Untuk mengetahui tentang kulit.
2.      Untuk mengetahui susunan anatomi kulit.
3.      Untuk mengetahui fisiologi dari kulit.
4.      Untuk mengetahui gangguan-gangguan yang menyerang kulit.

1.4  Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.      Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas
2.      Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet



























BAB II
PEMBAHASAN

2.1         Pengertian Kulit
               Kulit adalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari, asap kendaraan yang menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis terdiri dari stratum korneum yang kaya akan keratin, stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan keratohialin, stratum spinosum dan stratum basal yang mitotik. Dermis terdiri dari serabut-serabut penunjang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan hipodermis terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan pembuluh getah bening. pada kesehatan kulit.
               Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapisan Malpighi terdiri atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum mengandung sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan korneum. Lapisan Malpighi mengandung pigmen melanin yang memberiwarna pada kulit.
               Lapisan dermis ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hai, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.



2.2         Anatomi Kulit
Kulit merupakan pembatas tubuh dengan lingkungan sekitar karena posisinya yang terletak di bagian  paling luar. Luas kulit dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15% berat badan. Klasifikasi berdasarkan :
1.    Warna :
a.    Terang (fair skin), pirang, dan hitam
b.    Merah muda : pada telapak kaki dan tangan bayi
c.    Hitam kecokelatan : pada genitalia orang dewasa
2.    Jenisnya :
a.    Elastis dan longgar : pada palpebra, bibir, dan preputium
b.    Tebal dan tegang : pada telapak kaki dan tangan orang dewasa
c.    Tipis : pada wajah
d.   Lembut : pada leher dan badan
e.    Berambut kasar : pada kepala
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhJT7oKA7gvNlzddcQ1iB2cYt2uH4Cta4xWxrAOzXMBm_egi2IvKveFdVzFFgsOATF8YAtCBxBDKe17FORS6Uc-B4-QVlYVkSloJ6yK-yUjWXNyopFEVzVMK_YRWR2aY-zkVMUkjDOU5Ng/s1600/anat+kulit.jpg
                             (Gambar 1.1 : Struktur kulit)



A.  Anatomi Kulit secara Histopatologik
1.    Lapisan Epidermis (Kutikel)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAnutXfdBjV40OiTzwY3xJr8u9sGFxeb5O9Ix2-IvHKMKRnw07Tw_aow6DhOA-IFcrlW4LGi61XgWOktgxaVZOeHZBCl5ntbFvDKhgrD8vnzUVHxL7rXCjynnn90Kvi1s9RMqlaGEqb0K4/s200/Epidermal+layer.jpg
                 (Gambar 1.2 : Epidermis kulit)

a.    Stratum Korneum (lapisan tanduk) merupakan lapisan kulit paling luar yang terdiri dari sel gepeng yang mati, tidak berinti, protoplasmanya berubah menjadi keratin (zat tanduk)
b.    Stratum Lusidum merupakan terletak di bawah lapisan korneum, lapisan sel gepeng tanpa inti, protoplasmanya berubah menjadi protein yang disebut eleidin. Lapisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan kaki.
c.    Stratum Granulosum (lapisan keratohialin) merupakan 2 atau 3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di antaranya. Butir kasar terdiri dari keratohialin. Mukosa biasanya tidak mempunyai lapisan ini.
d.   Stratum Spinosum (stratum Malphigi) atau prickle cell layer (lapisan akanta ), terdiri dari sel yang berbentuk poligonal, protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, selnya akan semakin gepeng bila semakin dekat ke permukaan. Di antara stratum spinosum, terdapat jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri dari protoplasma dan tonofibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. Di antara sel spinosum juga terdapat pula sel Langerhans.
e.    Stratum Basalis, terdiri dari sel kubus (kolumnar) yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar (palisade). Sel basal bermitosis dan berfungsi reproduktif.
·      Sel kolumnar merupakan protoplasma basofilik inti lonjong besar, di hubungkan oleh jembatan antar sel.
·      Sel pembentuk melanin (melanosit) atau clear cell merupakan sel berwarna muda, sitoplasma basofilik dan inti gelap, mengandung pigmen (melanosomes)

2.    Lapisan Dermis (Korium, Kutis Vera, True Skin)
     Lapisan dermis terdiri dari lapisan elastik dan fibrosa pada dengan elemen-elemen selular dan folikel rambut.
 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwso0Pq7dMbIP4GerVmEEbmhAJKGeHA1c3ZQGpXK5meV860werNYgVJlXxZIx9DafH1GyULlNM1g_WdkOILQ9aEeQuhIk5GgQaGKXFnZIba12BRy03UHEhRc7PmnROAcNGtS_Sb1Gqjg2i/s320/dermis.jpg
(Gambar 1.3 : Dermis Kulit)

a.       Pars Papilare merupakan bagian yang menonjol ke epidermis, berisi ujung serabut saraf dan pembuluh darah.
b.      Pars Retikulare merupakan bagian bawah yang menonjol ke subkutan. Terdiri dari serabut penunjang seperti kolagen, elastin, dan retikulin. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri dari cairan kental asam hialuronat dan kondroitin sulfat, dibagian ini terdapat pula fibroblas. Serabut kolagen dibentuk oleh fibroblas, selanjutnya membentuk ikatan (bundel) yang mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat elastin, seiring bertambahnya usia, menjadi kurang larut dan makin stabil. Retikulin mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf, dan mudah mengembang serta lebih elastis.

3.    Lapisan Subkutis (Hipodermis)
     Lapisan hipodermis merupakan lapisan paling dalam, terdiri dari jaringan ikat longgar berisi sel lemak yang bulat, besar, dengan inti mendesak ke pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. Sel ini berkelompok dan dipisahkan oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel lemak disebut dengan panikulus adiposa, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat saraf tepi, pembuluh darah, dan getah bening. Lapisan lemak berfungsi juga sebagai bantalan, ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. Di kelopak mata dan penis lebih tipis, di perut lebih tebal (sampai 3 cm).
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjxIOZZkeGWBKcFaY5dpKXIMh4wOqhZfrlAmn7Llnf0emLsY6_hbp32SQ6SkPimScVi-gGhZR1n1b98m39ObUrNbUoExqxpEYX35is6doQFhrClqbM8kSPjKWxgdm3hzxg4_mL0L9BmGgGV/s320/cutaneus.jpg
(Gambar 1.4 : Hipodermis kulit)

Vaskularisasi di kuli diatur pleksus superfisialis (terletak di bagian atas dermis) dan pleksus profunda (terletak di subkutis) 

B.  Adneksa Kulit
1.    Kelenjar Kulit
Kelenjar kulit terdapat pada lapisan dermis. Kelenjar pada kulit terdiri dari :
a.    Kelenjar Keringat (Glandula Sudorifera)
Keringat mengandung air, elektrolit, asam laktat, dan glukosa. pH nya sekitar 4-6,8.
§  Kelenjar Ekrin merupakan kelenjar kecil-kecil, terletak dangkal di dermis dengan secret encer. Kelenjar Ekrin terbentuk sempurna pada minggu ke 28 kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kelahiran. Salurannya berbentuk spiral dan bermuara langsung pada kulit dan terbanyak pada telapak tangan, kaki, dahi, dan aksila. Sekresi tergantung beberapa faktor dan saraf kolinergik, faktor panas, stress emosional.
§  Kelenjar Apokrin merupakan kelenjar lebih besar, terletak lebih dalam, secretnya lebih kental. Dipengaruhi oleh saraf adrenergik, terdapat di aksila, aerola mammae, pubis, labia minora, saluran telinga. Fungsinya belum diketahui, waktu lahir ukurannya kecil, saat dewasa menjadi lebih besar dan mengeluarkan secret
b.   Kelenjar Palit (Glandula Sebasea)
Terletak di seluruh permukaan kuli manusia kecuali telapak tangan dan kaki. Disebut juga dengan kelenjar holokrin karena tidak berlumen dan sekret kelenjar ini berasal dari dekomposisi sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya terdapat di samping akar rambut dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut (folikel rambut). Sebum mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, wax ester, dan kolesterol. Sekresi dipengaruhi oleh hormon androgen. Pada anak-anak, jumlahnya sedikit. Pada dewasa menjadi lebih banyak dan berfungsi secara aktif.
2.    Kuku
Kuku merupakan bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang menebal. Pertumbuhannya 1mm per minggu.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-fhQjwiFUISYvPKTo3S9usPm-qB3GcZ55cX8dtt_PMft4vo3F3cQn51JARTMghjxvdrOlIwENJs6qFWwn89RwmohpyLdKkg3WPp_4_batVq1h6fKEFqyqrI1lTQZ_WKybvr7EXMkT6PYa/s1600/kuku.jpg
             (Gambar 1.5 : Kuku)

a.    Nail root (akar kuku) merupakan bagian kuku yang tertanam dalam kulit jari
b.    Nail Plate (badan kuku) merupakan bagian kuku yang terbuka/ bebas.
c.    Nail Groove (alur kuku) merupakan sisi kuku yang mencekung membentuk alur kuku
d.   Eponikium merupakan kulit tipis yang menutup kuku di bagian proksimal
e.    Hiponikium merupakan kulit yang ditutupi bagian kuku yang bebas
3.    Rambut
a.     Akar rambut merupakan bagian yang terbenam dalam kulit
b.    Batang rambut merupakan bagian yang berada di luar kulit

Jenis rambut :
a.    Lanugo merupakan rambut halus pada bayi, tidak mengandung pigmen.
b.    Rambut terminal merupakan rambut yang lebih kasar dengan banyak pigmen, mempunyai medula, terdapat pada orang dewasa.
     Pada dewasa, selain di kepala, terdapat juga bulu mata, rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis, janggut yang pertumbuhannya dipengaruhi oleh androgen (hormon seks). Rambut halus di dahi dan badan lain disebut rambut velus. Rambut tumbuh secara siklik, fase anagen (pertumbuhan) b erlangsung 2-6 tahun dengan kecepatan tumbuh 0,35 mm perhari. Fase telogen (istirahat) berlangsung beberapa bulan. Diantara kedua fase tersebut terdapat fase katagen (involusi temporer). Pada suatu saat 85% rambut mengalami fase anagen dan 15 % sisanya dalam fase telogen. Rambut normal dan sehat berkilat, elastis, tidak mudah patah, dan elastis. Rambut mudah dibentuk dengan memperngaruhi gugusan disulfida misalnya dengan panas atau bahan kimia.

2.3         Fisiologi Kulit
1.      Fungsi Proteksi
Kulit punya bantalan lemak, ketebalan, serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan :
a.    Fisis/ mekanis : tekanan, gesekan, tarikan.
b.    Kimiawi : iritan seperti lisol, karbil, asam, alkali kuat
c.    Panas : radiasi, sengatan sinar UV
d.   Infeksi luar : bakteri, jamur
        Beberapa macam perlindungan :
a.    Melanosit untuk melindungi kulit dari panncaran sinar matahari dengan mengadakan tanning (penggelapan kulit)
b.    Stratum korneum impermeable terhadap berbagai zat kimia dan air.
c.    Keasaman kulit kerna ekskresi keringat dan sebum untuk perlindungan kimiawo terhadap infeksi bakteri maupun jamur.
d.   Proses keratinisasi, sebagai sawar (barrier) mekanis karena sel mati melepaskan diri secara teratur.
2.      Fungsi Absorpsi
Permeabilitas kulit terhadap O2, CO2, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil fungsi respirasi. Kemampuan absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme, dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel epidermis, melalui muara saluran kelenjar.
3.    Fungsi Ekskresi
Ekskresi yaitu mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh seperti NaCl, urea, asam urat, dan amonia. Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan hormon androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix Caseosa.
4.    Fungsi Persepsi
Kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis. Saraf sensori lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik.
a.       Badan Ruffini di dermis dan subkutis berfungsi untuk peka rangsangan panas
b.      Badan Krause di dermis berfungsi untuk peka rangsangan dingin
c.       Badan Taktik Meissner di papila dermis berfungsi untuk peka rangsangan rabaan
d.      Badan Merkel Ranvier di epidermis berfungsi untuk peka rangsangan rabaan
e.       Badan Paccini di epidemis berfungsi untuk peka rangsangan tekanan
5.    Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi)
Dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi) pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin). Pada bayi, dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa (banyak mengandung air dan Na)
6.    Fungsi Pembentukan Pigmen
Karena terdapat melanosit (sel pembentuk pigmen) yang terdiri dari butiran pigmen (melanosomes)


7.    Fungsi Keratinisasi
Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan, sel basal yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum, makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum. Makin lama inti makin menghilang dan keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf. Proses ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap infeksi secara mekanis fisiologik.
8.    Fungsi Pembentukan Vitamin D
Kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari. Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. Pemberian vit D sistemik masih tetap diperlukan.

2.4    Gangguan-Gangguan yang Menyerang Kulit
     Penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Salah satu penyebab yang cukup populer adalah jamur dan bakteri. Saat penyakit kulit menyerang, sering membuat penderitanya minder dan rendah diri. Penampilan yang tampak aneh dan kemungkinan menularnya berbagai penyakit kulit membuat penderitanya sering dihindari oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut ini adalah jenis-jenis penyakit kulit yang cukup sering menyerang manusia:
1.    Cacar air
                        Penyebab dari terjadinya penyakit kulit ini adalah virus. Saat penyakit ini menyerang, tubuh akan mengalami demam diawal. Setelah itu, di permukaan tubuh akan muncul bintik-bintik merah yang akan cepat menyebar. Bintik-bintik ini berisi cairan dan harap diperhatikan bahwa jangan pernah menggaruk bintik-bintik ini karena nantinya akan meninggalkan bekas setelah sembuh. Setelah beberapa hari, bintik-bintik yang berair ini akan mengering dan perlahan-lahan hilang satu per satu. Untuk mempercepat proses penyembuhan, banyak istirahat dan konsumsi makanan bervitamin terutama buah-buahan.
                        Untuk mengurangi gatal yang disebabkan oleh penyakit cacar maka bisa menggunakan bedak yang mengandung menthol. Kandungan menthol yang ada pada bedak akan memberikan rasa atau sensasi dingin pada kulit sehingga rasa gatal sedikit berkurang. Namun jika kulit penderita sangat sensitif maka dianjurkan untuk menggunakan bedak yang tidak mengandung menthol.
2.    Campak
                        Tak berbeda jauh dengan saudaranya cacar, penyakit ini juga disebabkan oleh virus. Saat seseorang menderita campak, dia harus berhati-hati karena penyakit ini dapat menular dengan mudahnya. Gejala penyakit ini diawali dengan demam dan batuk. Setelah itu, akan muncul bercak-bercak merah di kulit. Untuk proses penyembuhannya, pasien harus beristirahat dan meningkatkan konsumsi makanan dengan gizi tinggi.
3.    Eksim
                        Ada beragam jenis-jenis penyakit kulit eksim ini, yaitu Dermatitis kontak, Dermatitis Atopik, Eksim stasis dan Eksim Numular. Penyakit ini menyerang kulit pada bagian-bagian tubuh tertentu. Saat penyakit menyerang, kulit akan menjadi merah, kering dan terkadang bersisik.
                        Penyakit ini bisa membuat kulit menjadi kering dan pecah-pecah. Untuk mengatasinya, kulit harus diolesi salep pelembab agar tidak terlalu kering. Penyakit ini juga sangat sensitif dengan kondisi cuaca. Makanan juga bisa menjadi penyebab terjadinya eksim.
4.    Panu
            Penyebab penyakit ini adalah jamur. Pada bagian yang terkena panu, biasanya berwarna agak keputihan. Di tempat-tempat inilah jamur tumbuh pada kulit. Kulit di tempat yang terkena panu ini akan terasa gatal. Untuk mengobatinya, Anda bisa mengoleskan krim obat yang banyak dijual di apotik-apotik.
            Masih banyak jenis-jenis penyakit kulit yang bisa menjangkiti manusia. Hidup bersih merupakan salah satu usaha untuk menghindari berbagai jenis penyakit kulit ini. Saat terjadi masalah pada kulit, segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis supaya penyakit kulit tidak menyebar ke seluruh tubuh.
5.    Kurap
                        Kurap merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Gejala yang mampu diberikan oleh panyakit kulit kurap adalah adanya penebalan pada kulit yang disertai dengan timbul lingkaran-lingkaran.
                        Kulit akan menjadi bersisik, berair, dan akan terasa sangat gatal pada bagian yang terkena jamur tersebut. Pada akhirnya gejala tersebut akan menimbulkan bercak keputihan pada kulit yang disebabkan adanya pertumbuhan jamur pada kulit.
                        Penyakit kulit kurap timbul karena kurangnya penderita penyakit kurap dalam menjaga kebersihan tubuhnya. Biasanya daerah yang banyak terserang oleh jamur yang menyebabkan kurap adalah bagian tengkuk, leher, dan kulit kepala.
                        Upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar tidak terkena penyakit kurap adalah dengan selalu menjaga kebersihan badan terutama pada daerah yang paling sering diserap oleh jamur yang menyebabkan terjadinya penyakit kurap yakni pada daerah tengkuk, leher, dan kulit kepala.
Penyakit kulit kurap merupakan penyakit yang menular. Penularan yang diakibatkan oleh jamur tersebut bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau secara tidak langsung. Kontak yang tidak langsung biasanya paling banyak ditularkan lewat pakaian dan handuk.
                        Handuk atau pakaian yang pernah digunakan oleh orang yang menderita kurap memiliki potensi untuk menyebarkan jamur yang mulanya ada pada badan penderita berpindah ke handuk. Oleh karena itu biasakan menggunakan barang yang bisafat pribadai secara individu serta jaga selalu kebersihan badan agar tidak terserang penyakit kurap.
                        Untuk pengobatan penyakit kurap yang bisa dilakukan adalah dengan mengoleskan obat pada bagian yang terserang jamur tersebut. Obat yang digunakan adalah obat anti jamur semisal obat yang mengandung mikonazol dan kloritomazol. Penggunaan obat dengan pemakaian yang tepat akan menghilangkan penyakit kurap yang ada pada kulit.
6.    Bisul (Furunkel)
                        Bisul merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu. Rasa nyeri yang luar biasa pada bagian yang diserang bisul mengakibatkan terganggunya beberapa aktivitas.
                        Penyakit kulit yang bernama bisul ini disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri Stafilokus aureus pada kulit. Penginfeksian oleh bakteri Stafilokus aureus tersebut biasanya masuk melalui kelenjar minyak, rambut folikel, dan kelenjar keringat yang kemudian mengakibatkan infeksi lokal.
                        Seperti yang terjadi pada penyakit kulit lainnya bahwa bisul juga disebabkan oleh kurang bersihnya seseorang dalam menjaga kebersihannya. Tidak hanya masalah kebersihan saja tetapi juga dikarenakan oleh pemakaian kosmetik yang terlalu lama dan proses pembersihannya yang kurang rapi sehingga kosmetik menyumbat pori-pori kulit.
                        Penyebab lainnya yang juga mampu mendatangkan penyakit bisul pada kulit adalah luka luar yang terbuka dan akhirnya terkena infeksi bakteri Stafilokokus aureus. Selain itu juga disebabkan oleh terjadinya pelemahan karena diabetes.
                        Penyakit bisul memang sangat mengganggu sekali. Apalagi penyakit kulit yang satu ini sering datang pada daerah-daerah yang sering digunakan untuk aktivitas sehingga ketika digunakan untuk beraktivitas maka rasa nyeri akan datang menyerang.
                        Bisul memang biasa tumbuh pada daerah yang sekitar kulit yang memiliki kelembapan yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Daerah kulit yang biasanya dijadikan sarang tumbuhnya bisul adalah pada lipatan paha, ketiak, leher, kepala, dan paling banyak adalah di sekitar bokong.
                        Penyakit bisul bisa dilihat dengan mata terbuka, biasanya berupa benjolan yang terus membesar dan berwarna kemerahan. Mirip seperti jerawat namun bisul berpuluh-puluh lipat besarnya jika dibandingkan dengan jerawat.
                        Benjolan yang diakibatkan oleh bisul tersebut berisikan cairan nanah yang terasa panas dan berdenyut. Untuk mengobatinya cukup dioleskan salep yang bisa dibeli di apotik terdekat. Pemakaian salep digunakan agar bisul cepat membesar dan akhirnya mengeluarkan nanah. Biasanya orang akan memencet bisul tersebut dengan tangah hingga bisul benar-benar keluar semua nanahnya tinggal darah kotor saja.
                        Untuk pencegahan agar tidak terkena penyakit bisul amatlah mudah caranya. Menjaga kebersihan diri dengan mandi yang bersih dan menggunakan sabun serta menjaga juga kebersihan lingkungan maka penyakit bisul yang menyiksa kulit akan mampu dihindari. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga asupan gizi yang cukup diperlukan oleh tubuh. Bukankah badan yang sehat akan mampu menghindarkan diri dari penyakit serta meningkatkan imunitas tubuh.
7.    Melanoma
                        Penyakit melanoma adalah penyakit kanker kulit yang mampu menyebabkan kematian pada penderitanya. Penyakit melanoma sangat berbaha jika hanyadibiarkan saja tanpa adanya upaya pengobatan dari penderitanya. Kemungkinan seseorang untuk membiarkan penyakit ini dikarenakan oleh dua hal.
                        Yang pertama adalah karena kurangnya pendanaan atau biaya yang dimiliki oleh penderita, sehingga tidak mampu mengadakan operasi untuk menghilangkan melanoma. Yang kedua adalah tidak adanya kesungguhan menghilangkannya karena hanya dianggap sebagai tahi lalat biasa saja.
                        Melanoma merupakan penyakit yang merubah tahi lalat atau tanda lahir yang memiliki pigmen. Resiko kematian semakin besar ketika melanoma tersebut berada pada leher atau kulit kepala.
                        Melanoma berbeda dengan tahi lalat, walaupun bentuknya hampir sama dengan tahi lalat. Melanoma akan terus berkembang dengan cepat dan membesar yang nantinya akan masuk ke dalam sistem jaringan. Jika sudah masuk ke dalam sistem jaringan maka tidak bisa dilakukan upaya operasi, melainkan dilakukan terapi terlebih dahulu.
                        Perbedaan yang lainnya dari melanoma dengan tahi lalat adalah adanya pigmen yang dimiliki oleh melanoma. Selain itu juga akan menimbulkan peradangan atau kemerah-merahan pada bagian sekitar kulit yang terkena melanoma. Jika anda melihat saudara atau anggota keluarga mengalami seperti ini maka hendaknya segera dilakukan pemeriksaan agar cepat dilakukan penanganan.
























BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
     Kulit adalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari, asap kendaraan yang menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis terdiri dari stratum korneum yang kaya akan keratin, stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan keratohialin, stratum spinosum dan stratum basal yang mitotik. Dermis terdiri dari serabut-serabut penunjang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan hipodermis terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan pembuluh getah bening. pada kesehatan kulit.
     Fungsi kulit antara lain :
1.      Fungsi Proteksi
2.      Fungsi Absorpsi
3.      Fungsi Ekskresi
4.      Fungsi Persepsi
5.      Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh (Termoregulasi)
6.      Fungsi Pembentukan Pigmen
7.      Fungsi Keratinisasi
8.      Fungsi Pembentukan Vitamin D
      Gangguan yang menyerang kulit antara lain :
1.    Cacar air
2.    Campak
3.    Eksim
4.    Panu
5.    Kurap
6.    Bisul (Furunkel)
7.    Melanoma



3.2  Saran

     Metode pembelajaran yang menuntut mahasiswa/mahasiswi untuk lebih mendalami ilmu tentang anatomi fisiologi kulit, dimana pemahaman terhadap kulit merupakan dasar dalam nantinya terjun ke dunia kerja dengan mebuat makalah berkelompok sangatlah baik adanya. Maka dari itu sebaiknya hal ini terus dipertahankan guna menambah kematangan pemahaman mahasiswa/mahasiswi  tentang anatomi fisiologi kulit.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

animasi bergerak gif
My Widget
SpongeBob SquarePants