BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Manusia memiliki 5 (lima)
macam organ indera, terdiri dari indera penglihatan (mata), indera penciuman
(hidung), indera pengecap rasa (lidah), indera pendengaran (telinga), dan
indera peraba {kulit). Kulit dalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran,
sinar matahari, asap kendaraan yang menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri
atas tiga bagian utama, yaitu epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit
berfungsi sebagai alat transportasi tempat bermuaranya kelenjar keringat yang
keluar ( kelenjar sudorifera ) yang terletak pada lapisan dermis.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam
latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai
berikut.
1.
Apa yang dimaksud dengan kulit?
2.
Bagaimana susunan anatomi kulit?
3.
Apa fisiologi dari kulit?
4.
Gangguan-gangguan apa saja yang
menyerang kulit?
1.3
Tujuan Masalah
Sejalan dengan rumusan
masalah di atas, adapun yang menjadi tujuan dalam tulisan ini adalah sebagai
berikut.
1.
Untuk mengetahui tentang kulit.
2.
Untuk mengetahui susunan anatomi
kulit.
3.
Untuk mengetahui fisiologi dari
kulit.
4.
Untuk mengetahui gangguan-gangguan
yang menyerang kulit.
1.4
Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan
dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.
Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan
penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah
yang sedang dibahas
2.
Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui
situs-situs di internet
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Kulit
Kulit adalah bagian
tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari, asap kendaraan yang
menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu
epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis terdiri dari stratum korneum yang
kaya akan keratin, stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan
keratohialin, stratum spinosum dan stratum basal yang mitotik. Dermis terdiri
dari serabut-serabut penunjang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan
hipodermis terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan
pembuluh getah bening. pada kesehatan kulit.
Epidermis tersusun atas
lapisan tanduk (lapisan korneum) dan
lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat
mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru. Lapisan Malpighi terdiri
atas lapisan spinosum dan lapisan germinativum. Lapisan
spinosum berfungsi menahan gesekan dari luar. Lapisan germinativum mengandung
sel-sel yang aktif membelah diri, mengantikan lapisan sel-sel pada lapisan
korneum. Lapisan Malpighi mengandung
pigmen melanin yang memberiwarna pada kulit.
Lapisan dermis ini
mengandung pembuluh darah, akar rambut,
ujung saraf,
kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat.
Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hai,
tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air,
garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebgai organ penerima
rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit,
serta untuk pengaturan suhu tubuh.
2.2
Anatomi Kulit
Kulit merupakan pembatas tubuh
dengan lingkungan sekitar karena posisinya yang terletak di bagian paling
luar. Luas kulit dewasa 1,5 m2 dengan berat kira-kira 15% berat badan.
Klasifikasi berdasarkan :
1.
Warna :
a.
Terang (fair skin), pirang, dan
hitam
b.
Merah muda : pada telapak kaki dan
tangan bayi
c.
Hitam kecokelatan : pada genitalia
orang dewasa
2.
Jenisnya :
a.
Elastis dan longgar : pada palpebra,
bibir, dan preputium
b.
Tebal dan tegang : pada telapak kaki
dan tangan orang dewasa
c.
Tipis : pada wajah
d.
Lembut : pada leher dan badan
e.
Berambut kasar : pada kepala
(Gambar 1.1 : Struktur kulit)
A. Anatomi Kulit secara Histopatologik
1. Lapisan Epidermis (Kutikel)
(Gambar 1.2 : Epidermis kulit)
a.
Stratum Korneum (lapisan tanduk) merupakan lapisan
kulit paling luar yang terdiri dari sel gepeng yang mati, tidak berinti,
protoplasmanya berubah menjadi keratin (zat tanduk)
b.
Stratum Lusidum merupakan terletak di bawah lapisan
korneum, lapisan sel gepeng tanpa inti, protoplasmanya berubah menjadi protein
yang disebut eleidin. Lapisan ini lebih jelas tampak pada telapak tangan dan
kaki.
c.
Stratum Granulosum (lapisan keratohialin) merupakan 2
atau 3 lapis sel gepeng dengan sitoplasma berbutir kasar dan terdapat inti di
antaranya. Butir kasar terdiri dari keratohialin. Mukosa biasanya tidak
mempunyai lapisan ini.
d.
Stratum Spinosum (stratum Malphigi) atau prickle
cell layer (lapisan akanta ), terdiri dari sel yang berbentuk poligonal,
protoplasmanya jernih karena banyak mengandung glikogen, selnya akan semakin
gepeng bila semakin dekat ke permukaan. Di antara stratum spinosum, terdapat
jembatan antar sel (intercellular bridges) yang terdiri dari protoplasma
dan tonofibril atau keratin. Perlekatan antar jembatan ini membentuk penebalan
bulat kecil yang disebut nodulus Bizzozero. Di antara sel spinosum juga
terdapat pula sel Langerhans.
e.
Stratum Basalis, terdiri dari sel kubus (kolumnar)
yang tersusun vertikal pada perbatasan dermo-epidermal berbaris seperti pagar
(palisade). Sel basal bermitosis dan berfungsi reproduktif.
·
Sel kolumnar merupakan protoplasma
basofilik inti lonjong besar, di hubungkan oleh jembatan antar sel.
·
Sel pembentuk melanin (melanosit)
atau clear cell merupakan sel berwarna muda, sitoplasma basofilik dan inti
gelap, mengandung pigmen (melanosomes)
2. Lapisan Dermis (Korium, Kutis Vera,
True Skin)
Lapisan dermis terdiri dari
lapisan elastik dan fibrosa pada dengan elemen-elemen selular dan folikel
rambut.
(Gambar
1.3 : Dermis Kulit)
a.
Pars Papilare merupakan bagian yang menonjol ke epidermis, berisi
ujung serabut saraf dan pembuluh darah.
b.
Pars Retikulare merupakan bagian bawah yang menonjol
ke subkutan. Terdiri dari serabut penunjang seperti kolagen, elastin, dan
retikulin. Dasar (matriks) lapisan ini terdiri dari cairan kental asam
hialuronat dan kondroitin sulfat, dibagian ini terdapat pula fibroblas. Serabut
kolagen dibentuk oleh fibroblas, selanjutnya membentuk ikatan (bundel) yang
mengandung hidroksiprolin dan hidroksisilin. Kolagen muda bersifat elastin,
seiring bertambahnya usia, menjadi kurang larut dan makin stabil. Retikulin
mirip kolagen muda. Serabut elastin biasanya bergelombang, berbentuk amorf, dan
mudah mengembang serta lebih elastis.
3. Lapisan Subkutis (Hipodermis)
Lapisan hipodermis merupakan lapisan paling dalam, terdiri dari jaringan
ikat longgar berisi sel lemak yang bulat, besar, dengan inti mendesak ke
pinggir sitoplasma lemak yang bertambah. Sel ini berkelompok dan dipisahkan
oleh trabekula yang fibrosa. Lapisan sel lemak disebut dengan panikulus
adiposa, berfungsi sebagai cadangan makanan. Di lapisan ini terdapat saraf
tepi, pembuluh darah, dan getah bening. Lapisan lemak berfungsi juga sebagai
bantalan, ketebalannya berbeda pada beberapa kulit. Di kelopak mata dan penis
lebih tipis, di perut lebih tebal (sampai 3 cm).
(Gambar
1.4 : Hipodermis kulit)
Vaskularisasi di kuli diatur pleksus superfisialis (terletak di bagian atas
dermis) dan pleksus profunda (terletak di subkutis)
B. Adneksa Kulit
1. Kelenjar Kulit
Kelenjar kulit terdapat pada lapisan dermis. Kelenjar pada kulit terdiri
dari :
a. Kelenjar Keringat (Glandula
Sudorifera)
Keringat mengandung air, elektrolit, asam laktat, dan glukosa. pH nya
sekitar 4-6,8.
§
Kelenjar Ekrin merupakan kelenjar kecil-kecil, terletak dangkal di
dermis dengan secret encer. Kelenjar Ekrin terbentuk sempurna pada minggu ke 28
kehamilan dan berfungsi 40 minggu setelah kelahiran. Salurannya berbentuk
spiral dan bermuara langsung pada kulit dan terbanyak pada telapak tangan,
kaki, dahi, dan aksila. Sekresi tergantung beberapa faktor dan saraf
kolinergik, faktor panas, stress emosional.
§
Kelenjar Apokrin merupakan kelenjar lebih besar,
terletak lebih dalam, secretnya lebih kental. Dipengaruhi oleh saraf
adrenergik, terdapat di aksila, aerola mammae, pubis, labia minora, saluran
telinga. Fungsinya belum diketahui, waktu lahir ukurannya kecil, saat dewasa
menjadi lebih besar dan mengeluarkan secret
b. Kelenjar Palit (Glandula Sebasea)
Terletak di seluruh permukaan kuli manusia kecuali telapak tangan dan kaki.
Disebut juga dengan kelenjar holokrin karena tidak berlumen dan sekret kelenjar
ini berasal dari dekomposisi sel-sel kelenjar. Kelenjar palit biasanya terdapat
di samping akar rambut dan muaranya terdapat pada lumen akar rambut (folikel
rambut). Sebum mengandung trigliserida, asam lemak bebas, skualen, wax ester,
dan kolesterol. Sekresi dipengaruhi oleh hormon androgen. Pada anak-anak,
jumlahnya sedikit. Pada dewasa menjadi lebih banyak dan berfungsi secara aktif.
2. Kuku
Kuku merupakan bagian terminal lapisan tanduk (stratum korneum) yang
menebal. Pertumbuhannya 1mm per minggu.
(Gambar 1.5 : Kuku)
a.
Nail root (akar kuku) merupakan bagian kuku yang tertanam dalam
kulit jari
b.
Nail Plate (badan kuku) merupakan bagian kuku yang terbuka/
bebas.
c.
Nail Groove (alur kuku) merupakan sisi kuku yang mencekung
membentuk alur kuku
d.
Eponikium merupakan kulit tipis yang menutup kuku di bagian
proksimal
e.
Hiponikium merupakan kulit yang
ditutupi bagian kuku yang bebas
3. Rambut
a.
Akar rambut merupakan bagian yang
terbenam dalam kulit
b.
Batang rambut merupakan bagian yang
berada di luar kulit
Jenis rambut :
a.
Lanugo merupakan rambut halus pada bayi, tidak mengandung
pigmen.
b.
Rambut terminal merupakan rambut yang lebih kasar
dengan banyak pigmen, mempunyai medula, terdapat pada orang dewasa.
Pada dewasa, selain di kepala,
terdapat juga bulu mata, rambut ketiak, rambut kemaluan, kumis, janggut yang
pertumbuhannya dipengaruhi oleh androgen (hormon seks). Rambut halus di dahi dan
badan lain disebut rambut velus. Rambut
tumbuh secara siklik, fase anagen (pertumbuhan) b erlangsung 2-6 tahun dengan
kecepatan tumbuh 0,35 mm perhari. Fase telogen (istirahat) berlangsung beberapa
bulan. Diantara kedua fase tersebut terdapat fase katagen (involusi temporer).
Pada suatu saat 85% rambut mengalami fase anagen dan 15 % sisanya dalam fase
telogen. Rambut normal dan sehat berkilat, elastis, tidak mudah patah, dan
elastis. Rambut mudah dibentuk dengan memperngaruhi gugusan disulfida misalnya
dengan panas atau bahan kimia.
2.3
Fisiologi Kulit
1. Fungsi Proteksi
Kulit punya bantalan lemak,
ketebalan, serabut jaringan penunjang yang dapat melindungi tubuh dari gangguan
:
a.
Fisis/ mekanis : tekanan, gesekan,
tarikan.
b.
Kimiawi : iritan seperti lisol,
karbil, asam, alkali kuat
c.
Panas : radiasi, sengatan sinar UV
d.
Infeksi luar : bakteri, jamur
Beberapa
macam perlindungan :
a.
Melanosit untuk melindungi kulit
dari panncaran sinar matahari dengan mengadakan tanning (penggelapan kulit)
b.
Stratum korneum impermeable terhadap
berbagai zat kimia dan air.
c.
Keasaman kulit kerna ekskresi
keringat dan sebum untuk perlindungan kimiawo terhadap infeksi bakteri maupun
jamur.
d.
Proses keratinisasi, sebagai sawar
(barrier) mekanis karena sel mati melepaskan diri secara teratur.
2. Fungsi Absorpsi
Permeabilitas kulit terhadap O2,
CO2, dan uap air memungkinkan kulit ikut mengambil fungsi respirasi. Kemampuan
absorbsinya bergantung pada ketebalan kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme,
dan jenis vehikulum. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, menembus sel
epidermis, melalui muara saluran kelenjar.
3. Fungsi Ekskresi
Ekskresi yaitu mengeluarkan zat yang tidak berguna bagi tubuh seperti NaCl,
urea, asam urat, dan amonia. Pada fetus, kelenjar lemak dengan bantuan hormon
androgen dari ibunya memproduksi sebum untuk melindungi kulitnya dari cairan
amnion, pada waktu lahir ditemui sebagai Vernix
Caseosa.
4. Fungsi Persepsi
Kulit mengandung ujung saraf sensori di dermis dan subkutis. Saraf sensori
lebih banyak jumlahnya pada daerah yang erotik.
a.
Badan Ruffini di dermis dan subkutis
berfungsi untuk peka rangsangan panas
b.
Badan Krause di dermis berfungsi
untuk peka rangsangan dingin
c.
Badan Taktik Meissner di papila
dermis berfungsi untuk peka rangsangan rabaan
d.
Badan Merkel Ranvier di epidermis
berfungsi untuk peka rangsangan rabaan
e.
Badan Paccini di epidemis berfungsi
untuk peka rangsangan tekanan
5. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh
(Termoregulasi)
Dengan cara mengeluarkan keringat dan mengerutkan (otot berkontraksi)
pembuluh darah kulit. Kulit kaya pembuluh darah sehingga mendapat nutrisi yang
baik. Tonus vaskuler dipengaruhi oleh saraf simpatis (asetilkolin). Pada bayi,
dinding pembuluh darah belum sempurna sehingga terjadi ekstravasasi cairan dan
membuat kulit bayi terlihat lebih edematosa (banyak mengandung air dan Na)
6. Fungsi Pembentukan Pigmen
Karena terdapat melanosit (sel pembentuk pigmen) yang terdiri dari butiran
pigmen (melanosomes)
7. Fungsi Keratinisasi
Keratinosit dimulai dari sel basal yang mengadakan pembelahan, sel basal
yang lain akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya menjadi sel spinosum,
makin ke atas sel makin menjadi gepeng dan bergranula menjadi sel granulosum.
Makin lama inti makin menghilang dan keratinosit menjadi sel tanduk yang amorf.
Proses ini berlangsung 14-21 hari dan memberi perlindungan kulit terhadap
infeksi secara mekanis fisiologik.
8. Fungsi Pembentukan Vitamin D
Kulit mengubah 7 dihidroksi kolesterol dengan pertolongan sinar matahari.
Tapi kebutuhan vit D tubuh tidak hanya cukup dari hal tersebut. Pemberian vit D
sistemik masih tetap diperlukan.
2.4
Gangguan-Gangguan yang Menyerang Kulit
Penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh berbagai penyebab. Salah
satu penyebab yang cukup populer adalah jamur dan bakteri. Saat penyakit kulit
menyerang, sering membuat penderitanya minder dan rendah diri. Penampilan yang
tampak aneh dan kemungkinan menularnya berbagai penyakit kulit membuat
penderitanya sering dihindari oleh orang-orang di sekitarnya. Berikut ini
adalah jenis-jenis penyakit kulit yang cukup sering menyerang manusia:
1. Cacar air
Penyebab dari terjadinya penyakit kulit ini
adalah virus. Saat penyakit ini menyerang, tubuh akan mengalami demam diawal.
Setelah itu, di permukaan tubuh akan muncul bintik-bintik merah yang akan cepat
menyebar. Bintik-bintik ini berisi cairan dan harap diperhatikan bahwa jangan
pernah menggaruk bintik-bintik ini karena nantinya akan meninggalkan bekas
setelah sembuh. Setelah beberapa hari, bintik-bintik yang berair ini akan
mengering dan perlahan-lahan hilang satu per satu. Untuk mempercepat proses
penyembuhan, banyak istirahat dan konsumsi makanan bervitamin terutama
buah-buahan.
Untuk mengurangi gatal yang disebabkan oleh
penyakit cacar maka bisa menggunakan bedak yang mengandung menthol. Kandungan
menthol yang ada pada bedak akan memberikan rasa atau sensasi dingin pada kulit
sehingga rasa gatal sedikit berkurang. Namun jika kulit penderita sangat
sensitif maka dianjurkan untuk menggunakan bedak yang tidak mengandung menthol.
2. Campak
Tak berbeda jauh dengan saudaranya cacar,
penyakit ini juga disebabkan oleh virus. Saat seseorang menderita campak, dia
harus berhati-hati karena penyakit ini dapat menular dengan mudahnya. Gejala
penyakit ini diawali dengan demam dan batuk. Setelah itu, akan muncul
bercak-bercak merah di kulit. Untuk proses penyembuhannya, pasien harus
beristirahat dan meningkatkan konsumsi makanan dengan gizi tinggi.
3. Eksim
Ada beragam jenis-jenis
penyakit kulit eksim ini, yaitu Dermatitis kontak, Dermatitis Atopik, Eksim
stasis dan Eksim Numular. Penyakit ini menyerang kulit pada bagian-bagian tubuh
tertentu. Saat penyakit menyerang, kulit akan menjadi merah, kering dan
terkadang bersisik.
Penyakit ini bisa membuat kulit menjadi
kering dan pecah-pecah. Untuk mengatasinya, kulit harus diolesi salep pelembab
agar tidak terlalu kering. Penyakit ini juga sangat sensitif dengan kondisi
cuaca. Makanan juga bisa menjadi penyebab terjadinya eksim.
4. Panu
Penyebab penyakit ini adalah jamur. Pada bagian yang
terkena panu, biasanya berwarna agak keputihan. Di tempat-tempat inilah jamur
tumbuh pada kulit. Kulit di tempat yang terkena panu ini akan terasa gatal.
Untuk mengobatinya, Anda bisa mengoleskan krim obat yang banyak dijual di
apotik-apotik.
Masih banyak jenis-jenis penyakit kulit yang bisa
menjangkiti manusia. Hidup bersih merupakan salah satu usaha untuk menghindari
berbagai jenis penyakit kulit ini. Saat terjadi masalah pada kulit, segeralah
berkonsultasi dengan dokter spesialis supaya penyakit kulit tidak menyebar ke
seluruh tubuh.
5. Kurap
Kurap merupakan penyakit kulit yang
disebabkan oleh jamur. Gejala yang mampu diberikan oleh panyakit kulit kurap
adalah adanya penebalan pada kulit yang disertai dengan timbul
lingkaran-lingkaran.
Kulit akan menjadi bersisik, berair, dan akan
terasa sangat gatal pada bagian yang terkena jamur tersebut. Pada akhirnya
gejala tersebut akan menimbulkan bercak keputihan pada kulit yang disebabkan
adanya pertumbuhan jamur pada kulit.
Penyakit kulit kurap timbul karena kurangnya
penderita penyakit kurap dalam menjaga kebersihan tubuhnya. Biasanya daerah
yang banyak terserang oleh jamur yang menyebabkan kurap adalah bagian tengkuk,
leher, dan kulit kepala.
Upaya pencegahan yang bisa dilakukan agar
tidak terkena penyakit kurap adalah dengan selalu menjaga kebersihan badan
terutama pada daerah yang paling sering diserap oleh jamur yang menyebabkan
terjadinya penyakit kurap yakni pada daerah tengkuk, leher, dan kulit kepala.
Penyakit kulit kurap
merupakan penyakit yang menular. Penularan yang diakibatkan oleh jamur tersebut
bisa terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau secara tidak
langsung. Kontak yang tidak langsung biasanya paling banyak ditularkan lewat
pakaian dan handuk.
Handuk atau pakaian yang pernah digunakan
oleh orang yang menderita kurap memiliki potensi untuk menyebarkan jamur yang
mulanya ada pada badan penderita berpindah ke handuk. Oleh karena itu biasakan
menggunakan barang yang bisafat pribadai secara individu serta jaga selalu
kebersihan badan agar tidak terserang penyakit kurap.
Untuk pengobatan penyakit kurap yang bisa
dilakukan adalah dengan mengoleskan obat pada bagian yang terserang jamur
tersebut. Obat yang digunakan adalah obat anti jamur semisal obat yang
mengandung mikonazol dan kloritomazol. Penggunaan obat dengan pemakaian yang
tepat akan menghilangkan penyakit kurap yang ada pada kulit.
6. Bisul (Furunkel)
Bisul
merupakan salah satu penyakit kulit yang mengganggu. Rasa nyeri yang luar biasa
pada bagian yang diserang bisul mengakibatkan terganggunya beberapa aktivitas.
Penyakit
kulit yang bernama bisul ini disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri
Stafilokus aureus pada kulit. Penginfeksian oleh bakteri Stafilokus aureus
tersebut biasanya masuk melalui kelenjar minyak, rambut folikel, dan kelenjar
keringat yang kemudian mengakibatkan infeksi lokal.
Seperti
yang terjadi pada penyakit kulit lainnya bahwa bisul juga disebabkan oleh
kurang bersihnya seseorang dalam menjaga kebersihannya. Tidak hanya masalah
kebersihan saja tetapi juga dikarenakan oleh pemakaian kosmetik yang terlalu
lama dan proses pembersihannya yang kurang rapi sehingga kosmetik menyumbat
pori-pori kulit.
Penyebab
lainnya yang juga mampu mendatangkan penyakit bisul pada kulit adalah luka luar
yang terbuka dan akhirnya terkena infeksi bakteri Stafilokokus aureus. Selain
itu juga disebabkan oleh terjadinya pelemahan karena diabetes.
Penyakit
bisul memang sangat mengganggu sekali. Apalagi penyakit kulit yang satu ini
sering datang pada daerah-daerah yang sering digunakan untuk aktivitas sehingga
ketika digunakan untuk beraktivitas maka rasa nyeri akan datang menyerang.
Bisul
memang biasa tumbuh pada daerah yang sekitar kulit yang memiliki kelembapan
yang tinggi dibandingkan dengan daerah yang lainnya. Daerah kulit yang biasanya
dijadikan sarang tumbuhnya bisul adalah pada lipatan paha, ketiak, leher,
kepala, dan paling banyak adalah di sekitar bokong.
Penyakit
bisul bisa dilihat dengan mata terbuka, biasanya berupa benjolan yang terus
membesar dan berwarna kemerahan. Mirip seperti jerawat namun bisul
berpuluh-puluh lipat besarnya jika dibandingkan dengan jerawat.
Benjolan
yang diakibatkan oleh bisul tersebut berisikan cairan nanah yang terasa panas
dan berdenyut. Untuk mengobatinya cukup dioleskan salep yang bisa dibeli di
apotik terdekat. Pemakaian salep digunakan agar bisul cepat membesar dan
akhirnya mengeluarkan nanah. Biasanya orang akan memencet bisul tersebut dengan
tangah hingga bisul benar-benar keluar semua nanahnya tinggal darah kotor saja.
Untuk
pencegahan agar tidak terkena penyakit bisul amatlah mudah caranya. Menjaga
kebersihan diri dengan mandi yang bersih dan menggunakan sabun serta menjaga
juga kebersihan lingkungan maka penyakit bisul yang menyiksa kulit akan mampu
dihindari. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga asupan gizi yang cukup
diperlukan oleh tubuh. Bukankah badan yang sehat akan mampu menghindarkan diri
dari penyakit serta meningkatkan imunitas tubuh.
7. Melanoma
Penyakit
melanoma adalah penyakit kanker kulit yang mampu menyebabkan kematian pada
penderitanya. Penyakit melanoma sangat berbaha jika hanyadibiarkan saja tanpa
adanya upaya pengobatan dari penderitanya. Kemungkinan seseorang untuk
membiarkan penyakit ini dikarenakan oleh dua hal.
Yang
pertama adalah karena kurangnya pendanaan atau biaya yang dimiliki oleh
penderita, sehingga tidak mampu mengadakan operasi untuk menghilangkan
melanoma. Yang kedua adalah tidak adanya kesungguhan menghilangkannya karena
hanya dianggap sebagai tahi lalat biasa saja.
Melanoma
merupakan penyakit yang merubah tahi lalat atau tanda lahir yang memiliki
pigmen. Resiko kematian semakin besar ketika melanoma tersebut berada pada
leher atau kulit kepala.
Melanoma
berbeda dengan tahi lalat, walaupun bentuknya hampir sama dengan tahi lalat.
Melanoma akan terus berkembang dengan cepat dan membesar yang nantinya akan
masuk ke dalam sistem jaringan. Jika sudah masuk ke dalam sistem jaringan maka
tidak bisa dilakukan upaya operasi, melainkan dilakukan terapi terlebih dahulu.
Perbedaan
yang lainnya dari melanoma dengan tahi lalat adalah adanya pigmen yang dimiliki
oleh melanoma. Selain itu juga akan menimbulkan peradangan atau kemerah-merahan
pada bagian sekitar kulit yang terkena melanoma. Jika anda melihat saudara atau
anggota keluarga mengalami seperti ini maka hendaknya segera dilakukan
pemeriksaan agar cepat dilakukan penanganan.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Kulit
adalah bagian tubuh paling luar. Segala kotoran, sinar matahari, asap kendaraan
yang menempel, akan berpengaruh. Kulit terdiri atas tiga bagian utama, yaitu
epidermis, dermis, dan hipodermis. Epidermis terdiri dari stratum korneum yang
kaya akan keratin, stratum lucidum, stratum granulosum yang kaya akan
keratohialin, stratum spinosum dan stratum basal yang mitotik. Dermis terdiri
dari serabut-serabut penunjang antara lain kolagen dan elastin. Sedangkan
hipodermis terdiri dari sel-sel lemak, ujung saraf tepi, pembuluh darah dan
pembuluh getah bening. pada kesehatan kulit.
Fungsi
kulit antara lain :
1.
Fungsi Proteksi
2.
Fungsi Absorpsi
3.
Fungsi Ekskresi
4.
Fungsi Persepsi
5.
Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh
(Termoregulasi)
6.
Fungsi Pembentukan Pigmen
7.
Fungsi Keratinisasi
8.
Fungsi Pembentukan Vitamin D
Gangguan
yang menyerang kulit antara lain :
1.
Cacar air
2.
Campak
3.
Eksim
4.
Panu
5.
Kurap
6.
Bisul (Furunkel)
7. Melanoma
3.2 Saran
Metode pembelajaran yang
menuntut mahasiswa/mahasiswi untuk lebih mendalami ilmu tentang anatomi
fisiologi kulit, dimana pemahaman terhadap kulit merupakan dasar dalam nantinya
terjun ke dunia kerja dengan mebuat makalah berkelompok sangatlah baik adanya.
Maka dari itu sebaiknya hal ini terus dipertahankan guna menambah kematangan pemahaman
mahasiswa/mahasiswi tentang anatomi
fisiologi kulit.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar