Kamis, 09 Oktober 2014

Makalah SEL ( IDK 1)

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Sel merupakan kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup.Sebagai kesatuan struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Sel adalah kumpulan materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua makhluk hidup.Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel. Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal atau disebut organisme uniselular, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk tumbuhan,hewan, dan manusia, merupakan organisme multiselular yang terdiri dari banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.
Sel memiliki ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata.Ada yang hanya 1-10 mikron, ada yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter.Didalam ukuran yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing.Antar bagian sel itu melakukan interaksi dan saling ketergantungan.Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar kehidupan makhluk hidup.
Dengan demikian makalah ini akan membahas struktur sel, fungsi sel dan bagian-bagian sel.

1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut adapun rumusan masalah yang dapat dikaji yaitu :
1.      Apa saja jenis sel-sel tersebut?
2.      Apa fungsi spesifik masing-masing sel?

1.3  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang dapat disampaikan dalam makalah ini :
1.      Untuk mengetahui jenis-jenis sel tersebut.
2.      Untuk mengetahui fungsi spesifik dari masing-masing sel tersebut.

1.4  Metode Penulisan
Metode yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.      Metode Kepustakaan
Adalah metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.

2.      Metode Media Informatika
Adalah metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet




















BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Jenis-Jenis Sel
2.1.1        Sel Darah
1.      Pengertian Jaringan Darah
                  Jaringan darah adalah gabungan dari cairan sel-sel dan partikel yang menyerupai sel, yang mengalir dalam arteri kapiler dan vena. Darah adalah cairan yang terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan kuman, dan lain-lain. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level tinggi mempunyai sistem transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat mengakibatkan kematian. Darah merupakan jaringan khusus yang mengalami sirkulasi, terdiri atas berbagai macam sel yang bersatu dalam cairan yang disebut plasma. Sedikit berbedadengan cairan lain, tetapi bergerak terus dari satu tempat ke tempat lainnya. Aliran darah dalam saluran tubuh menjamin lingkungan yang tetap agar semua sel serta jaringan mampu melaksanakan fungsinya.

2.      Jenis Jaringan Darah
Sel darah adalah semua sel dalam segala bentuk yang secara normal ditemukan dalam darah.
1)      Sel Darah Merah (Eritrosit)
Sel darah merah atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti merah dan kytos yang berarti selubung sel. Sel darah merah (eritrosit) adalah jenis sel darah yang paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke jaringan - jaringan tubuh lewat  darah dalam hewan bertulang belakang. Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin, sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen.Hemoglobin akan mengambil oksigen dari paru-paru dan insang, dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler. Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur pembuatnya berasal dari zat besi. Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus. Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurka. Ciri – ciri eritrosit: Tidak bernukleus dengan eosin berwarna pink (merah muda). Besarnya uniform, kira – kira 7,6 µm dan dapat digunakan sebagai ukuran terhadap besar jenis sel yang lain.
                        (Gambar 1.1 : Sel Darah Merah)

2)       Sel Darah Putih (Leukosit)
Leukosit atau sel darah putih adalah salah satu jenis darah yang bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan berfungsi untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misalnya virus atau bakteri. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis. Dalam keadaan normal terkandung 4x109 hingga 11x109 sel darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000 sel per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes. Pada sel darah putih terdapat lima jenis yang bentuk jumlah dan fungsinya berbeda yaitu:
a.      Basofil
Granula basofil mengandung histamin. Histamin adalah salah satu sinyal kimia yang akan dikirimkan jika terjadi luka dan peradangan. Basofil terlibat dalam reaksi alergi atau melawan protein asing yang masuk ke dalam tubuh. Jumlahnya > 1% dari jumlah sel darah putih.
b.      Eosinofil
Eosinofil berjumlah 4% dari jumlah sel darah putih. Eosinofil hanya sedikit bersifat fagositik tetapi mempunyai enzim penghancur. Fungsi eosinofil yaitu melawan parasit besar seperti cacing dengan cara menghancurkan dinding luar tubuh cacing.
c.       Neutrofil
Neutrofil merupakan 65% dari sel darah putih. Neutrofil bergerak secara ameboid danberhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta yang memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri. Aktivitas dan matinya neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. Neotrofil hanya berumur sekitar 6 – 20 jam.
d.      Limfosit
Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Berjumlah 25% dari sel darah putih. Sel darah putih mempunyai tiga jenis limfosit yaitu:
   Sel B : Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat antibodi yang dapat mengikat patogen, tetaapi setelah adanya serangan, beberapa sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai layanan sistem 'memori'.)
   Sel T CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler.CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi virus.
   Sel natural killer : Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh karena telah terinfeksi virusatau telah menjadi kanker.
e.       Monosit
Monosit terdapat sekitar 6% dari jumlah sel darah putih. Monosit merupakan fagosit yang efektif. Monosit beredar di dalam darah selama beberapa jam, kemudian berpindah ke jaringan. Di dalam jaringan monosit membesar dan berkembang menjadi makrofag. Monositmembagi fungsi "pembersih vakum" (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas tambahan memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.

                        (Gambar 1.2  : Sel Darah Putih)


3)      Trombosit
Trombosit atau keping darah adalah fragmen sel yang tersirkulasi dalam darah yang terlibat dalam mekanisme hemostatis tingkat sel yang menimbulkan pembekuan darah. Jumlah keeping darah yang sedikit dapat menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan resiko thrombosis. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit. Serta mudah pecah bila tersentuh benda kasar. Jumlah trombosit 20.000 – 30.000 keping/mm3 darah. Trombosit merupakan sumber trombokinase yang penting dalam pembekuan darah.
                        (Gambar 1.3 : Keping Darah)

2.1.2        Sel Epitel
1.      Pengertian Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm. Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut mesoderm. Jaringan epitel sederhana hanya terdiri dari satu lapis sel.



2.      Jenis-Jenis Jaringan Epitel
Berdasarkan strukturnya, jaringan epitel dibedakan menjadi 3 macam, yaitu epitel pipih, epittel atang (silinder), dan epitel kubus. Kita bisa membedakan ketiga jaringan epitel tersebut berdasarkan ciri-cirinya. Epitel pipih memiliki ciri yakni selnya berbentuk pipih dengan nukleus bulat di tengah. Epitel batang (silinder) tersusun oleh sel berbentuk seperti batang dengan nukleus bulat di dasar sel. Sedangkan epitel kubus memiliki sel berbentuk kubus dengan nukleus bulat besar di tengah.
Menurut lapisan penyusunnya, jaringan epitel terbagi atas beberapa jaringan, yakni epitel pipih selapis, epitel pipih berlapis banyak, epitel silindris selapis, epitel silindris berlapis banyak, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak, dan epitel transisi.
a.      Epitel pipih selapis
Jaringan epitel pipih selapis banyak ditemukan pada organ-organ seperti pembuluh darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut. Sitoplasma jaringan ini sangat jernih, inti selnya berbentuk bulat di tengah, dan sel-selnya tersusun sangat rapat. Jaringan epitel pipih selapis barperan dalam proses filtrasi, sekresi, dan difusi osmosis.
b.      Epitel pipih berlapis
Seperti epitel pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat rapat. Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung banyak tersusun oleh jaringan ini. Fungsinya adala sebagai pelindung dan penghasil mukus.
c.        Epitel batang selapis
Sel berbentuk batang, sitoplasma jernih, dengan inti sel bulat berada di dekat dasar merupakan ciri jaringan ini. Epitel batang selapis banyak ditemukan pada usus, dinding lambung, kantong empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernapasan bagian atas. Jaringan ini berfungsi dalam proses sekresi, penyerapan (absorpsi), penghasil mukus, dan pelicin/pelumas permuukaan saluran.
d.      Epitel batang berlapis banyak
Seperti namanya, jaringan ini tersusun banyak lapisan sel yang berbentuk batang. Jaringan epitel batang berlapis banyak terdapat pada beberapa organ tubuh seperti bagian mata yang barwarna putih, faring, laring, dan uretra. Fungsinya yaitu sebagai tempat sekresi yakni penghasil mukus, dan eksresi, misalnya kelenjar ludah dan kelenjar susu.
e.        Epitel kubus selapis
Jaringan epitel berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Fungsinya adalah sebagai tempat sekresi.
f.        Epitel kubus berlapis banyak
Epitel kubus berlapis banyak terdapat padda beberapa bagian tubuh, yakni folikel ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah. Fungsi jaringan ini adalah sebagai pelindung dan penghasil mukus. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi sebagai pelindung dari gesekan.
g.      Epitel transisi
Sel penyusun epitel transisi bentuknya dapat berubah dan berlapis-lapis. Epitel ini dapat ditemukan pada organ saluran pernapasan, ureter, dan kandung kemih. Saat kandung kemih berisi urine, sel epitel akan berbentuk kuboid seperti dadu atau silindris. Sementara berdasarkan fungsinya, jaringan hewan memiliki salah satu jenis jaringan yang disebut jaringan epitel kelenjar. Epitel kelenjar banyak terdapat pada kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Kelenjar endokri tidak memiliki saluran, sehingga hasilnya langsung masuk ke dalam peredaran darah. Contoh: kelenjar adrenal, timus, dan tiroid.


2.1.3        Sel Jaringan Ikat
Jaringan ikat memiliki dua komponen dasar yaitu:
1.      Matriks
Matriks sendiri masih terbagi lagi menjadi 2 yaitu serat dan bahan dasar. Untuk seratnya ada 3 macam semuanya terbuat dari protein, jika tidak terbuat dari kolagen ya elastin. Ketiga macam serat itu adalah serat kolagen, serat elastin, dan serat retikulin. Karakter seratnya dapat dilihat dari beberapa apek. Aspek yang pertama adalah protein penyusunnya.
   Serabut kolagen dan retikeler terbuat dari protein kolagen
   Serabut elastin terbuat dari protein elastin
Kemudian untuk membedakan antara kolagen dan retikuler adalah mana yang lebih tips, dalam hal ini retikuler lebih tipis seratnya dan lebih pendek. Yang kedua serat retikuler masih dilapisi oleh glikoprotein. Aspek yang kedua untuk membedakan ketiga serat adalah dari warnanya:
   Serabut kolagen berwana putih
   Serabut elastin berwarna kuning

2.      Bahan dasar
Bahan dasar dari matrik terbuat dari mukoolisakarida sulfat dan asam hialuronat. Jika konsentrasi asam hialuronatnya rendah akan menyebabkan matrik yang kaku dan jika konsentrasinya meningkat akan menyebabkan sifat yang semakin lentur. Bagian yang kedua penyusun jaringan ikat selain matriks adalah sel-sel jaringan ikat. Sel-sel jaringan ikat yang menyusun jaringan ikat antara lain adalah:
a.       Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis protein yang menyusun serat matriks.
b.      Makrofag : berfungsi dalam hal fagositosis me”makan” sel bakteri.
c.       Sel darah : berfungsi untuk sirkulasi gas dan makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
d.      Sel tiang : berfungsi menghasilkan histamin  dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat pembentukan trombin dari protrombin.
e.       Sel lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak.

Jadi secara keseluruhan jaringan ikat pasti tersusun atas serat bersama salah satu selnya. Karakter umum jaringan ikat antara lain:
a.       Banyak dijumpai pada tubuh.
b.      Sel dari jaringan ikat tidak tersusun berdekatan, tapi dihubungkan oleh matriks
c.       Matriks merupakan penyusun dasar jaringan ikat yang terbuat dari serat protein yang susunannya beragam dan komposisi yang bervariasi.
d.      Komposisi matriks menentukan macam dan karakter jaringan ikat dari fluid hingga keras.

Berikut ini adalah 8 macam jaringan ikat :
1.      Jaringan ikat longgar disebut jaringan areolar. Jaringan ini tipis, lunak yang mengandung banyak serat kolagen dan elastis pada matriks yang menyerupai jely.
2.      Jaringan ikat fibrosa ada dua variasi yaitu jaringa ikat fibrosa padat teratur dan mengikat serabut kolagen yang ditemppatkan di matriks. Jaringan ini membentuk tendon dan ligaent tubuh. Yang kedua adalah jaringan ikat fibrosa padat tidak teratur, jaringan ini dapat dijumpai pada dermis kulit dimana serat penyususnnya atersusun lebih acak.
3.      Jaringan ikat retikuler banyak mengandung banyak serabut retikuler. Jaringan ini mendukung dinding organ yang lunak seperti liver dan limpa.
4.      Jaringan ikat elastis tersusun dari serabut yang mendukung karakter elastis, sehingga mendukung untuk meregang dan bisa dijumpai pada dinding arteri.
5.      Jaringan ikat lemak dikenal sebagai lemak. Jaringan ini berhubungan dengan jaringan ikat longga dan menyimpan energi dan bantalan untuk melindungi organ. Nuklei dari lemak umumnya terdorong ke bagian tepi karena efek dari penyimpanan lemak di dalam sel.
6.      Jaringan darah memiliki matrik yang disebut dengan plasma. Elemen yang dibentuk oleh jaringan ini adalah sel darah putih, sel darah merah dan keping darah.
7.      Jaringan kartilago matriksnya semi-keras, selnya dsebeut kondrosit yang terdapat di dalam “danau” yang disebut lakuna. Jaringan ini ada 3 macam, yaitu :
a.       Kartilago hialin –> matriknya jernih karena serabut kolagennya tidak terlihat. Hialin ditemukan pada hidung, anatara ujung tlang rusuk dan tulang dada, dan cincin-cincin trakea.
b.      Kartilago elastis –> memiliki kenampakan yang berantakan karena tersusun oleh serabut elastis pada matriks. Kartilago elastis mendukung bentuktelinga dan membentuk bagian dari laring.
c.       Kartilagi fibrosa –> sangat keras dan mengandung banyak serat kolagen. Dapat dijumpai pada diskus intervertebralis.
8.      Tulang juga merupakan jaringan ikat, tulang dibuat oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Matriknya keras dan kaku karena banyak serabut kolagen dan depsisi garam mineral anorganik seperti kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Osteon adalah bentuk unit dasar tulang keras. Sel tulang menempati rongga yang disebut lakuna. Pada kenampakan mikroskopis nampak berupa lingkaran-lingkaran konsentris.


2.1.4        Sel Jaringan Otot
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan dari organ dalam organisme tersebut.
Jaringan Otot - Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Jaringan ini berfungsi melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. Jaringan otot dapat berkontraksi karena di dalamnya terdapat serabut kontraktil yang disebut miofibril. Miofibril tersusun atas miofilamen atau protein aktin dan protein miosin. Kurang lebih 40% berat tubuh mamalia merupakan jaringan otot. Jaringan otot dapat dibagi menjadi jaringan otot polos, otot lurik (seran lintang), dan otot jantung.
a.       Jaringan Otot Polos
Otot polos mempunyai serabut kontraktil yang tidak memantulkan cahaya berselang-seling, sehingga sarkoplasmanya tampak polos dan homogen. Otot polos mempunyai bentuk sel seperti gelendong, bagian tengah besar, dan ujungnya meruncing. Dalam setiap sel otot polos terdapat satu inti sel yang terletak di tengah dan bentuknya pipih.





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8gdCVz6eFIzHdl-0pSj7r9Ky3mjCo2rl1M26bc3lpAkK_7KFfE0YexetlE0QDHqF4q1g0k20ymZxTsDk3iM42uUHSOeRC31tirxjO02KVNJD1BeIJieqZwukGYO8Oek999vvfXf9Tfoo/s1600/Jaringan+Otot+polos.png

                                                            (Gambar 1.4 : Otot Polos)

b.      Jaringan Otot Lurik atau Jaringan Otot Rangka
Otot lurik mempunyai serabut kontraktil yang memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan terang (isotrop). Sel atau serabut otot lurik berbentuk silindris atau serabut panjang. Setiap sel mempunyai banyak inti dan terletak di bagian tepi sarkoplasma. Otot lurik bekerja di bawah kehendak (otot sadar) sehingga disebut otot volunter dan selnya dilengkapi serabut saraf dari sistem saraf pusat. Kontraksi otot lurik cepat tetapi tidak teratur dan mudah lelah. Otot lurik disebut juga otot rangka karena biasanya melekat pada rangka tubuh, misalnya pada bisep dan trisep. Selain itu juga terdapat di lidah, bibir, kelopak mata, dan diafragma. Otot lurik berfungsi sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi secara cepat dan kuat sehingga dapat menggerakkan tulang dan tubuh.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgqpKAUQZ-6x1fRHazQ-S5sQkGlozVzkggoVqEGx6HpwPApyfYb19NLzWpT6fCLBTtVs1rI19KWRTXbR7xjDO6BcEUDTII_eyKOZ8nWGP8g0_BH-Zs9Rtrpn98xDMu4hNIodYFAXS2Z0us/s1600/Jaringan+otot+lurik.png
(Gambar 1.5 : Otot Lurik)

c.       Jaringan Otot Jantung
Otot jantung berbentuk silindris atau serabut pendek. Otot ini tersusun atas serabut lurik yang bercabang-cabang dan saling berhubungan satu dengan lainnya. Setiap sel otot jantung mempunyai satu atau dua inti yang terletak di tengah sarkoplasma. Otot jantung bekerja di luar kehendak (otot tidak sadar) atau disebut juga otot involunter dan selnya dilengkapi serabut saraf dari saraf otonom. Kontraksi otot jantung berlangsung secara otomatis, teratur, tidak pernah lelah, dan bereaksi lambat. Dinamakan otot jantung karena hanya terdapat di jantung. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan jantung menguncup dan mengembang untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Ciri khas otot jantung adalah mempunyai diskus interkalaris, yaitu pertemuan dua sel yang tampak gelap jika dilihat dengan mikroskop.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj89UgGVpLa2_fXWW0MyVALvAiVitKIJaSMseX1D4YlENAqjCM52kKGRuF3g8ZLRdlPjyz3j9mB8PrgPNP9CArFlOj0hLOjHc_6s_kV6Sii-_9L_S7B5ebkoeaP2oV5mXlPPdlde39wQ0I/s1600/jaringan+otot+jantung.jpg
(Gambar 1.6 : Otot Jantung)

2.1.5        Sel Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron ini banyak dan bercabang-cabang, menghubungkan jaringan satu dengan yang lain. Setiap sel saraf terdiri atas badan sel saraf, akson (neurit), dendrit, dan selubung saraf. Badan sel-sel saraf kemudian berkumpul membentuk ganglion. Ganglion-ganglion ini letaknya hanya pada tempat tertentu, yaitu di kiri dan kanan sumsum tulang belakang.Jalannya impuls dimulai dari adanya rangsangan atau stimulan dari luar yang ditangkap oleh dendrit, kemudian dilanjutkan ke badan sel. Dari badan sel impuls akan diteruskan ke akson (neurit). Akson inilah yang akan menyampaikan impuls ke sel-sel saraf yang akhirnya disampaikan ke organ efektor. Jaringan saraf dibentuk oleh sel saraf yang disebut neuron. Neuron terdiri atas badan sel dan serabut sel. Serabut sel terdiri atas dendrit dan akson (Gambar 1.7). Badan sel berkumpul di pusat saraf dan ganglion (kumpulan badan sel saraf).

 Gambar 3.7 (a) Sel saraf
Gambar 1.7 (a) Sel saraf dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron dengan pembesaran 3.600x. (b) Struktur sel saraf dengan bagian-bagiannya.

Dendrit membawa rangsang menuju badan sel, sedangkan akson membawa impuls rangsang dari badan sel ke neuron lain atau otot. Akson dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung mielin. Selubung tersebut adalah perluasan membran sel yang mengiringi akson. Di bagian tertentu, selubung mielin menipis, kemudian menebal kembali. Bagian selubung mielin yang menipis tersebut dinamakan nodus Ranvier. Nodus ini sangat berperan untuk penguatan dan percepatan pengiriman impuls saraf. Berdasarkan cara neuron mengirimkan rangsang, neuron dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1.      Neuron aferen, Saraf sensorik bertugas menghantarkan rangsang dari organ penerima rangsang (reseptor) ke pusat susunan saraf yaitu otak dan sumsum tulang belakang. Sekelompok badan sel neuron sensorik berkumpul membentuk ganglion yang berlanjut ke sumsum tulang belakang. Akson euron sensori membawa rangsangan menuju ke jaringan saraf pusat, baik sum-sum tulang belakang atau otak. Oleh karena itu, penerima rangsang ini sering disebut juga neuron sensorik.
2.      Neuron intermedier, penghubung antara neuron aferen dan neuron eferen. Neuron intermedier terdapat di sistem saraf pusat. Neuron intermedier meneruskan rangsang dari neuron aferen ke neuron eferen, atau ke neuron intermedier yang lain.
3.      Neuron eferen, meneruskan impuls saraf yang diterima dari neuron intermedier. Pesan yang dikirim menentukan tanggapan tubuh terhadap rangsang yang diterima oleh neuron aferen. Dendrit dari neuron eferen menempel di otot sehingga sering disebut juga neuron motorik.
Badan sel saraf terletak di pusat saraf dan ganglion. Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf yang letaknya tertentu, misalnya di kiri-kanan sumsum tulang belakang.

2.2  Fungsi Sel
2.2.1        Fungsi Sel Darah
1.      Sel darah merah
Fungsinya mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
2.      Sel darah putih
Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
3.      Keping darah
Fungsi utama adalah pembentukan sumbat mekanis selama respon hemostatik normal terhadap luka vaskular.Selain itu punya protein stabilisasi fibrin, penggandaan sel endotel setelah rusak, penyimpanan ion kalsium.

2.2.2        Fungsi Sel Epitel
Fungsi utamanya melindungi dan sekaligus mempunyai sifat semipermeable.
a.       Absorpsi, sel yang melakukan absorpsi mempunyai emofili sitokleton, sel bersilia dipermukaan usus halus.
b.      Sekresi (saluran keluar tapi diakai lagi,(hormon), keringat, empedu, pencernaan, pancreas, hati. Sel sekresi : RER dan Golgi yang banyak dihasilkan di dalam sitoplasma, empedu, hati, argumin, lambung/ stomash fredikel.
c.       Pergerakan.
d.      Ekskresi (saluran keluar tapi tidak dibutuhkan lagi)

2.2.3        Fungsi Sel Jaringan Ikat
Sel-sel jaringan ikat yang menyusun jaringan ikat antara lain adalah:
1.      Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis protein yang menyusun serat matriks.
2.      Makrofag : berfungsi dalam hal fagositosis me”makan” sel bakteri.
3.      Sel darah : berfungsi untuk sirkulasi gas dan makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
4.      Sel tiang : berfungsi menghasilkan histamin  dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat pembentukan trombin dari protrombin.
5.      Sel lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak.

2.2.4        Fungsi Sel Jaringan Otot
1.      Otot polos
Fungsi otot polos adalah menggerakkan organ dalam tubuh yang bergerak secara tak sadar tidak bekerja pada jantung.
2.      Otot lurik
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
3.      Otot jantung
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung


2.2.5        Fungsi Sel Jaringan Saraf
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
a.       Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
b.      Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
c.       Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya.












                                                                                    


BAB III
PENUTUP

3.1  Simpulan
Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1.      Fungsi Sel Darah
a.       Sel darah merah
Fungsinya mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
b.      Sel darah putih
Sel darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
c.       Keping darah
Fungsi utama adalah pembentukan sumbat mekanis selama respon hemostatik normal terhadap luka vaskular.Selain itu punya protein stabilisasi fibrin, penggandaan sel endotel setelah rusak, penyimpanan ion kalsium.
2.      Sel Jaringan Epitel
Fungsi utamanya melindungi dan sekaligus mempunyai sifat semipermeable.
a.       Absorpsi, sel yang melakukan absorpsi mempunyai emofili sitokleton, sel bersilia dipermukaan usus halus.
b.      Sekresi (saluran keluar tapi diakai lagi,(hormon), keringat, empedu, pencernaan, pancreas, hati. Sel sekresi : RER dan Golgi yang banyak dihasilkan di dalam sitoplasma, empedu, hati, argumin, lambung/ stomash fredikel.
c.       Pergerakan.
d.      Ekskresi (saluran keluar tapi tidak dibutuhkan lagi)
3.      Fungsi Sel Jaringan Ikat
Sel-sel jaringan ikat yang menyusun jaringan ikat antara lain adalah:
a.       Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis protein yang menyusun serat matriks.
b.      Makrofag : berfungsi dalam hal fagositosis me”makan” sel bakteri.
c.       Sel darah : berfungsi untuk sirkulasi gas dan makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
d.      Sel tiang : berfungsi menghasilkan histamin  dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat pembentukan trombin dari protrombin.
e.       Sel lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak.
4.      Fungsi Sel Saraf
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
a.       Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
b.      Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
c.       Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya.
5.      Fungsi Sel Otot
a.       Otot polos
Fungsi otot polos adalah menggerakkan organ dalam tubuh yang bergerak secara tak sadar tidak bekerja pada jantung.
b.      Otot lurik
Fungsi otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
c.       Otot jantung
Fungsi otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung

3.2  Saran
Metode pembelajaran yang menuntut mahasiswa/mahasiswi untuk lebih mendalami ilmu tentang sel, dimana pemahaman terhadap sel merupakan dasar dalam nantinya terjun ke dunia kerja dengan mebuat makalah berkelompok sangatlah baik adanya. Maka dari itu sebaiknya hal ini terus dipertahankan guna menambah kematangan pemahaman mahasiswa dan mahasiswi  tentang sel.

























Tidak ada komentar:

Posting Komentar

animasi bergerak gif
My Widget
SpongeBob SquarePants