BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sel merupakan
kesatuan dasar sruktural dan fungsional makhluk hidup.Sebagai kesatuan
struktural berarti makhluk hidup terdiri atas sel-sel. Sel adalah kumpulan
materi paling sederhana yang dapat hidup dan merupakan unit penyusun semua
makhluk hidup.Sel mampu melakukan semua aktivitas kehidupan dan sebagian besar
reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan berlangsung di dalam sel.
Kebanyakan makhluk hidup tersusun atas sel tunggal atau disebut organisme
uniselular, misalnya bakteri dan ameba. Makhluk hidup lainnya, termasuk
tumbuhan,hewan, dan manusia, merupakan organisme multiselular yang terdiri dari
banyak tipe sel terspesialisasi dengan fungsinya masing-masing.
Sel memiliki
ukuran yang sangat kecil dan tak kasat mata.Ada yang hanya 1-10 mikron, ada
yang mencapai 30-40 mikron, bahkan ada yang beberapa sentimeter.Didalam ukuran
yang sangat kecil bentuk yang bermacam-macam tersebut, sel memiliki
bagian-bagian sel yang memiliki fungsi masing-masing.Antar bagian sel itu melakukan
interaksi dan saling ketergantungan.Oleh karena itu sel dipandang sebagai dasar
kehidupan makhluk hidup.
Dengan demikian
makalah ini akan membahas struktur sel, fungsi sel dan bagian-bagian sel.
1.2 Rumusan Masalah
Dari latar
belakang tersebut adapun rumusan masalah yang dapat dikaji yaitu :
1.
Apa saja jenis sel-sel tersebut?
2.
Apa fungsi spesifik masing-masing sel?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan
yang dapat disampaikan dalam makalah ini :
1.
Untuk mengetahui jenis-jenis sel
tersebut.
2.
Untuk mengetahui fungsi spesifik dari
masing-masing sel tersebut.
1.4 Metode Penulisan
Metode
yang kami gunakan dalam menulis makalah ini, yaitu :
1.
Metode Kepustakaan
Adalah
metode pengumpulan data yang digunakan penulis dengan mempergunakan buku atau
refrensi yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas.
2.
Metode Media Informatika
Adalah
metode dengan mencari data melalui situs-situs di internet
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Jenis-Jenis Sel
2.1.1
Sel Darah
1.
Pengertian Jaringan Darah
Jaringan
darah adalah gabungan dari cairan sel-sel dan partikel yang menyerupai
sel, yang mengalir dalam arteri kapiler dan vena. Darah adalah cairan yang
terdapat pada hewan tingkat tinggi yang berfungsi sebagai alat transportasi zat
seperti oksigen, bahan hasil metabolisme tubuh, pertahanan tubuh dari serangan
kuman, dan lain-lain. Beda halnya dengan tumbuhan, manusia dan hewan level
tinggi mempunyai sistem transportasi dengan darah. Darah merupakan suatu cairan
yang sangat penting bagi manusia karena berfungsi sebagai alat transportasi
serta memiliki banyak kegunaan lainnya untuk menunjang kehidupan. Tanpa darah
yang cukup seseorang dapat mengalami gangguan kesehatan dan bahkan dapat
mengakibatkan kematian. Darah merupakan jaringan khusus yang mengalami
sirkulasi, terdiri atas berbagai macam sel yang bersatu dalam cairan yang
disebut plasma. Sedikit berbedadengan cairan lain, tetapi bergerak terus dari
satu tempat ke tempat lainnya. Aliran darah dalam saluran tubuh menjamin
lingkungan yang tetap agar semua sel serta jaringan mampu melaksanakan fungsinya.
2.
Jenis Jaringan Darah
Sel darah adalah semua sel dalam segala bentuk yang secara
normal ditemukan dalam darah.
1) Sel Darah Merah (Eritrosit)
Sel darah merah
atau yang juga disebut sebagai eritrosit berasal dari Bahasa Yunani, yaitu erythros berarti
merah dan kytos yang berarti selubung sel. Sel darah merah
(eritrosit) adalah jenis sel darah yang
paling banyak dan berfungsi membawa oksigen ke
jaringan - jaringan tubuh lewat darah dalam hewan bertulang belakang.
Bagian dalam eritrosit terdiri dari hemoglobin,
sebuah biomolekul yang dapat mengikat oksigen.Hemoglobin akan
mengambil oksigen dari paru-paru dan insang,
dan oksigen akan dilepaskan saat eritrosit melewati pembuluh kapiler.
Warna merah sel darah merah sendiri berasal dari warna hemoglobin yang unsur
pembuatnya berasal dari zat besi.
Pada manusia, sel darah merah dibuat di sumsum tulang belakang, lalu membentuk
kepingan bikonkaf. Di dalam sel darah merah tidak terdapat nukleus.
Sel darah merah sendiri aktif selama 120 hari sebelum akhirnya dihancurka. Ciri
– ciri eritrosit: Tidak bernukleus dengan eosin berwarna pink (merah muda).
Besarnya uniform, kira – kira 7,6 µm dan dapat digunakan sebagai ukuran
terhadap besar jenis sel yang lain.

(Gambar 1.1 : Sel Darah Merah)
2) Sel Darah Putih (Leukosit)
Leukosit atau sel darah putih adalah salah satu jenis darah
yang bertanggung jawab terhadap sistem imun tubuh dan berfungsi untuk
memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh, misalnya
virus atau bakteri. Sel darah putih tidak berwarna, memiliki inti, dapat
bergerak secara amoebeid, dan dapat menembus dinding kapiler / diapedesis.
Dalam keadaan normal terkandung 4x109 hingga 11x109 sel
darah putih di dalam seliter darah manusia dewasa yang sehat - sekitar 7000-25000
sel per tetes. Dalam kasus leukemia, jumlahnya dapat meningkat hingga 50000 sel per tetes. Pada
sel darah putih terdapat lima jenis yang bentuk jumlah dan fungsinya berbeda
yaitu:
a.
Basofil
Granula basofil mengandung histamin. Histamin
adalah salah satu sinyal kimia yang akan dikirimkan jika terjadi luka dan
peradangan. Basofil terlibat dalam reaksi alergi atau melawan protein asing
yang masuk ke dalam tubuh. Jumlahnya > 1% dari jumlah sel darah putih.
b.
Eosinofil
Eosinofil berjumlah 4% dari jumlah sel darah putih.
Eosinofil hanya sedikit bersifat fagositik tetapi mempunyai enzim penghancur.
Fungsi eosinofil yaitu melawan parasit besar seperti cacing dengan cara
menghancurkan dinding luar tubuh cacing.
c.
Neutrofil
Neutrofil merupakan 65% dari sel darah putih. Neutrofil
bergerak secara ameboid danberhubungan dengan pertahanan tubuh terhadap
infeksi bakteri serta proses peradangan kecil lainnya, serta yang
memberikan tanggapan pertama terhadap infeksi bakteri. Aktivitas dan matinya
neutrofil dalam jumlah yang banyak menyebabkan adanya nanah. Neotrofil hanya
berumur sekitar 6 – 20 jam.
d.
Limfosit
Limfosit lebih umum dalam sistem limfa. Berjumlah 25% dari sel
darah putih. Sel darah putih mempunyai tiga jenis limfosit yaitu:
• Sel B : Sel B membuat antibodi yang mengikat patogen lalu menghancurkannya. (Sel B tidak hanya membuat
antibodi yang dapat mengikat patogen, tetaapi setelah adanya serangan, beberapa
sel B akan mempertahankan kemampuannya dalam menghasilkan antibodi sebagai
layanan sistem 'memori'.)
• Sel T : CD4+ (pembantu) Sel T mengkoordinir tanggapan ketahanan (yang bertahan
dalam infeksi HIV) sarta penting untuk menahan bakteri intraseluler.CD8+ (sitotoksik) dapat membunuh sel yang terinfeksi
virus.
• Sel natural killer : Sel pembunuh alami (natural killer, NK) dapat
membunuh sel tubuh yang tidak menunjukkan sinyal bahwa dia tidak boleh dibunuh
karena telah terinfeksi virusatau telah menjadi kanker.
e.
Monosit
Monosit terdapat sekitar 6% dari jumlah sel darah putih.
Monosit merupakan fagosit yang efektif. Monosit beredar di dalam darah selama
beberapa jam, kemudian berpindah ke jaringan. Di dalam jaringan monosit
membesar dan berkembang menjadi makrofag. Monositmembagi fungsi "pembersih vakum" (fagositosis) dari neutrofil, tetapi lebih jauh dia hidup dengan tugas
tambahan memberikan potongan patogen kepada sel T sehingga patogen tersebut dapat dihafal
dan dibunuh, atau dapat membuat tanggapan antibodi untuk menjaga.

(Gambar
1.2 : Sel Darah Putih)
3) Trombosit
Trombosit atau keping darah adalah fragmen sel yang
tersirkulasi dalam darah yang terlibat dalam mekanisme hemostatis tingkat sel
yang menimbulkan pembekuan darah. Jumlah keeping darah yang sedikit dapat
menyebabkan pendarahan, sedangkan jumlah yang tinggi dapat meningkatkan resiko
thrombosis. Trombosit memiliki bentuk yang tidak teratur, tidak berwarna, tidak
berinti, berukuran lebih kecil dari eritrosit dan leukosit. Serta mudah pecah
bila tersentuh benda kasar. Jumlah trombosit 20.000 – 30.000 keping/mm3 darah.
Trombosit merupakan sumber trombokinase yang penting dalam pembekuan darah.

(Gambar 1.3 : Keping
Darah)
2.1.2
Sel Epitel
1. Pengertian
Jaringan Epitel
Jaringan epitel
merupakan jaringan yang membatasi tubuh dan lingkungannya, baik di sebelah luar
maupun dalam. Jaringan epitel berasal dari spesialisasi lapisan ectoderm.
Jaringan epitel yang melapisi luar tubuh disebut epidermis. Yang membatasi
rongga dalam disebut endodermis, sedangkan yang membatasi rongga disebut
mesoderm. Jaringan epitel sederhana hanya terdiri dari satu lapis sel.
2.
Jenis-Jenis
Jaringan Epitel
Berdasarkan
strukturnya, jaringan epitel dibedakan menjadi 3 macam, yaitu epitel pipih,
epittel atang (silinder), dan epitel kubus. Kita bisa membedakan ketiga
jaringan epitel tersebut berdasarkan ciri-cirinya. Epitel pipih memiliki ciri
yakni selnya berbentuk pipih dengan nukleus bulat di tengah. Epitel batang
(silinder) tersusun oleh sel berbentuk seperti batang dengan nukleus bulat di
dasar sel. Sedangkan epitel kubus memiliki sel berbentuk kubus dengan nukleus
bulat besar di tengah.
Menurut lapisan
penyusunnya, jaringan epitel terbagi atas beberapa jaringan, yakni epitel pipih
selapis, epitel pipih berlapis banyak, epitel silindris selapis, epitel
silindris berlapis banyak, epitel kubus selapis, epitel kubus berlapis banyak,
dan epitel transisi.
a.
Epitel pipih
selapis
Jaringan epitel
pipih selapis banyak ditemukan pada organ-organ seperti pembuluh darah,
pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut. Sitoplasma jaringan ini
sangat jernih, inti selnya berbentuk bulat di tengah, dan sel-selnya tersusun
sangat rapat. Jaringan epitel pipih selapis barperan dalam proses filtrasi,
sekresi, dan difusi osmosis.
b.
Epitel pipih
berlapis
Seperti epitel
pipih selapis, sel jaringan epitel pipih berlapis (kompleks) tersusun sangat
rapat. Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung
banyak tersusun oleh jaringan ini. Fungsinya adala sebagai pelindung dan
penghasil mukus.
c.
Epitel batang selapis
Sel berbentuk
batang, sitoplasma jernih, dengan inti sel bulat berada di dekat dasar
merupakan ciri jaringan ini. Epitel batang selapis banyak ditemukan pada usus,
dinding lambung, kantong empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran
pernapasan bagian atas. Jaringan ini berfungsi dalam proses sekresi, penyerapan
(absorpsi), penghasil mukus, dan pelicin/pelumas permuukaan saluran.
d.
Epitel batang
berlapis banyak
Seperti
namanya, jaringan ini tersusun banyak lapisan sel yang berbentuk batang.
Jaringan epitel batang berlapis banyak terdapat pada beberapa organ tubuh
seperti bagian mata yang barwarna putih, faring, laring, dan uretra. Fungsinya
yaitu sebagai tempat sekresi yakni penghasil mukus, dan eksresi, misalnya
kelenjar ludah dan kelenjar susu.
e.
Epitel kubus selapis
Jaringan epitel
berbentuk kubus selapis ditemui pada beberapa bagian, meliputi permukaan
ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata. Fungsinya adalah sebagai tempat
sekresi.
f.
Epitel kubus berlapis banyak
Epitel kubus
berlapis banyak terdapat padda beberapa bagian tubuh, yakni folikel ovarium,
testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah. Fungsi jaringan ini adalah
sebagai pelindung dan penghasil mukus. Selain itu, jaringan ini juga berfungsi
sebagai pelindung dari gesekan.
g.
Epitel transisi
Sel penyusun
epitel transisi bentuknya dapat berubah dan berlapis-lapis. Epitel ini dapat
ditemukan pada organ saluran pernapasan, ureter, dan kandung kemih. Saat
kandung kemih berisi urine, sel epitel akan berbentuk kuboid seperti dadu atau
silindris. Sementara berdasarkan fungsinya, jaringan hewan memiliki salah satu
jenis jaringan yang disebut jaringan epitel kelenjar. Epitel kelenjar banyak
terdapat pada kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Kelenjar endokri tidak
memiliki saluran, sehingga hasilnya langsung masuk ke dalam peredaran darah.
Contoh: kelenjar adrenal, timus, dan tiroid.
2.1.3
Sel Jaringan Ikat
Jaringan ikat memiliki dua komponen
dasar yaitu:
1.
Matriks
Matriks sendiri masih terbagi lagi menjadi 2 yaitu serat dan
bahan dasar. Untuk seratnya ada 3 macam semuanya terbuat dari protein, jika
tidak terbuat dari kolagen ya elastin. Ketiga macam serat itu adalah serat
kolagen, serat elastin, dan serat retikulin. Karakter seratnya dapat dilihat
dari beberapa apek. Aspek yang pertama adalah protein penyusunnya.
• Serabut kolagen dan retikeler terbuat
dari protein kolagen
• Serabut elastin terbuat dari protein
elastin
Kemudian
untuk membedakan antara kolagen dan retikuler adalah mana yang lebih tips,
dalam hal ini retikuler lebih tipis seratnya dan lebih pendek. Yang kedua serat
retikuler masih dilapisi oleh glikoprotein. Aspek yang kedua untuk membedakan
ketiga serat adalah dari warnanya:
• Serabut kolagen berwana putih
• Serabut elastin berwarna kuning
2.
Bahan dasar
Bahan dasar dari matrik terbuat dari mukoolisakarida
sulfat dan asam hialuronat. Jika konsentrasi asam hialuronatnya
rendah akan menyebabkan matrik yang kaku dan jika konsentrasinya meningkat akan
menyebabkan sifat yang semakin lentur. Bagian yang kedua penyusun jaringan ikat
selain matriks adalah sel-sel jaringan ikat. Sel-sel jaringan ikat yang
menyusun jaringan ikat antara lain adalah:
a.
Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis
protein yang menyusun serat matriks.
b. Makrofag : berfungsi dalam hal fagositosis
me”makan” sel bakteri.
c. Sel darah : berfungsi untuk sirkulasi gas dan
makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
d. Sel tiang : berfungsi menghasilkan histamin
dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran
bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang
antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat
pembentukan trombin dari protrombin.
e. Sel lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak.
Jadi secara keseluruhan jaringan ikat pasti tersusun atas
serat bersama salah satu selnya. Karakter umum jaringan ikat antara lain:
a. Banyak dijumpai pada tubuh.
b. Sel dari jaringan ikat tidak
tersusun berdekatan, tapi dihubungkan oleh matriks
c. Matriks merupakan penyusun dasar
jaringan ikat yang terbuat dari serat protein yang susunannya beragam dan
komposisi yang bervariasi.
d. Komposisi matriks menentukan macam
dan karakter jaringan ikat dari fluid hingga keras.
Berikut ini adalah 8 macam jaringan
ikat :
1. Jaringan
ikat longgar disebut jaringan areolar. Jaringan ini tipis, lunak yang
mengandung banyak serat kolagen dan elastis pada matriks yang menyerupai jely.
2. Jaringan
ikat fibrosa
ada dua variasi yaitu jaringa ikat fibrosa padat teratur dan mengikat serabut
kolagen yang ditemppatkan di matriks. Jaringan ini membentuk tendon dan ligaent
tubuh. Yang kedua adalah jaringan ikat fibrosa padat tidak teratur, jaringan
ini dapat dijumpai pada dermis kulit dimana serat penyususnnya atersusun lebih
acak.
3. Jaringan
ikat retikuler
banyak mengandung banyak serabut retikuler. Jaringan ini mendukung dinding
organ yang lunak seperti liver dan limpa.
4. Jaringan
ikat elastis
tersusun dari serabut yang mendukung karakter elastis, sehingga mendukung untuk
meregang dan bisa dijumpai pada dinding arteri.
5. Jaringan
ikat lemak dikenal
sebagai lemak. Jaringan ini berhubungan dengan jaringan ikat longga dan menyimpan
energi dan bantalan untuk melindungi organ. Nuklei dari lemak umumnya terdorong
ke bagian tepi karena efek dari penyimpanan lemak di dalam sel.
6. Jaringan
darah memiliki
matrik yang disebut dengan plasma. Elemen yang dibentuk oleh jaringan ini adalah
sel darah putih, sel darah merah dan keping darah.
7. Jaringan
kartilago
matriksnya semi-keras, selnya dsebeut kondrosit yang terdapat di dalam “danau”
yang disebut lakuna. Jaringan ini ada 3 macam, yaitu :
a. Kartilago
hialin –>
matriknya jernih karena serabut kolagennya tidak terlihat. Hialin ditemukan
pada hidung, anatara ujung tlang rusuk dan tulang dada, dan cincin-cincin
trakea.
b. Kartilago
elastis –>
memiliki kenampakan yang berantakan karena tersusun oleh serabut elastis pada
matriks. Kartilago elastis mendukung bentuktelinga dan membentuk bagian dari
laring.
c. Kartilagi
fibrosa –>
sangat keras dan mengandung banyak serat kolagen. Dapat dijumpai pada diskus
intervertebralis.
8. Tulang juga merupakan jaringan ikat,
tulang dibuat oleh sel-sel tulang yang disebut osteosit. Matriknya keras dan
kaku karena banyak serabut kolagen dan depsisi garam mineral anorganik seperti
kalsium karbonat dan kalsium fosfat. Osteon adalah bentuk unit dasar tulang
keras. Sel tulang menempati rongga yang disebut lakuna. Pada kenampakan
mikroskopis nampak berupa lingkaran-lingkaran konsentris.
2.1.4
Sel Jaringan Otot
Otot adalah sebuah jaringan dalam tubuh
manusia dan hewan yang berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan
tulang. Otot diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos
dan otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme maupun pergerakan
dari organ dalam organisme tersebut.
Jaringan Otot - Jaringan otot tersusun atas sel-sel otot. Jaringan ini
berfungsi melakukan pergerakan pada berbagai bagian tubuh. Jaringan otot dapat
berkontraksi karena di dalamnya terdapat serabut kontraktil yang disebut
miofibril. Miofibril tersusun atas miofilamen atau protein aktin dan protein miosin.
Kurang lebih 40% berat tubuh mamalia merupakan jaringan otot. Jaringan otot dapat dibagi menjadi jaringan otot polos, otot lurik (seran lintang), dan otot jantung.
a.
Jaringan Otot Polos
Otot polos mempunyai serabut kontraktil
yang tidak memantulkan cahaya berselang-seling, sehingga sarkoplasmanya tampak
polos dan homogen. Otot polos mempunyai
bentuk sel seperti gelendong, bagian tengah besar, dan ujungnya meruncing.
Dalam setiap sel otot polos terdapat
satu inti sel yang terletak di tengah dan bentuknya pipih.
![]() |
(Gambar 1.4 : Otot Polos)
b. Jaringan Otot Lurik atau Jaringan Otot Rangka
Otot lurik mempunyai serabut
kontraktil yang memantulkan cahaya berselang-seling gelap (anisotrop) dan
terang (isotrop). Sel atau serabut otot lurik berbentuk silindris atau serabut
panjang. Setiap sel mempunyai banyak inti dan terletak di bagian tepi
sarkoplasma. Otot lurik bekerja di bawah kehendak (otot sadar)
sehingga disebut otot volunter dan
selnya dilengkapi serabut saraf dari sistem saraf pusat. Kontraksi otot lurik
cepat tetapi tidak teratur dan mudah lelah. Otot lurik disebut juga otot rangka karena
biasanya melekat pada rangka tubuh, misalnya pada bisep dan trisep. Selain itu
juga terdapat di lidah, bibir, kelopak mata, dan diafragma. Otot lurik berfungsi
sebagai alat gerak aktif karena dapat berkontraksi secara cepat dan kuat
sehingga dapat menggerakkan tulang dan tubuh.
(Gambar
1.5 : Otot Lurik)
c. Jaringan Otot Jantung
Otot jantung berbentuk silindris atau serabut pendek. Otot ini tersusun
atas serabut lurik yang bercabang-cabang dan saling berhubungan satu dengan
lainnya. Setiap sel otot jantung mempunyai satu atau dua inti yang
terletak di tengah sarkoplasma. Otot
jantung bekerja di
luar kehendak (otot tidak sadar) atau disebut juga otot involunter dan selnya dilengkapi serabut saraf
dari saraf otonom. Kontraksi otot jantung berlangsung secara otomatis, teratur,
tidak pernah lelah, dan bereaksi lambat. Dinamakan otot jantung karena
hanya terdapat di jantung. Kontraksi dan relaksasi otot jantung menyebabkan
jantung menguncup dan mengembang untuk mengedarkan darah ke seluruh tubuh. Ciri
khas otot jantung adalah
mempunyai diskus interkalaris, yaitu pertemuan dua sel yang tampak gelap jika
dilihat dengan mikroskop.
(Gambar 1.6 : Otot Jantung)
2.1.5
Sel Jaringan Saraf
Jaringan saraf tersusun oleh sel-sel
saraf yang disebut neuron. Neuron ini banyak dan bercabang-cabang,
menghubungkan jaringan satu dengan yang lain. Setiap sel saraf terdiri atas
badan sel saraf, akson (neurit), dendrit, dan selubung saraf. Badan sel-sel
saraf kemudian berkumpul membentuk ganglion. Ganglion-ganglion ini letaknya
hanya pada tempat tertentu, yaitu di kiri dan kanan sumsum tulang
belakang.Jalannya impuls dimulai dari adanya rangsangan atau stimulan dari luar
yang ditangkap oleh dendrit, kemudian dilanjutkan ke badan sel. Dari badan sel
impuls akan diteruskan ke akson (neurit). Akson inilah yang akan menyampaikan
impuls ke sel-sel saraf yang akhirnya disampaikan ke organ efektor. Jaringan
saraf dibentuk oleh sel saraf yang disebut neuron. Neuron terdiri atas badan
sel dan serabut sel. Serabut sel terdiri atas dendrit dan akson
(Gambar 1.7). Badan sel berkumpul di pusat saraf dan ganglion
(kumpulan badan sel saraf).
Gambar 1.7 (a) Sel saraf dilihat dengan
menggunakan mikroskop elektron dengan pembesaran 3.600x. (b) Struktur sel saraf
dengan bagian-bagiannya.
Dendrit membawa rangsang menuju
badan sel, sedangkan akson membawa impuls rangsang dari badan sel ke neuron
lain atau otot. Akson dibungkus oleh selubung lemak yang disebut selubung
mielin. Selubung tersebut adalah perluasan membran sel yang mengiringi
akson. Di bagian tertentu, selubung mielin menipis, kemudian menebal kembali. Bagian
selubung mielin yang menipis tersebut dinamakan nodus Ranvier. Nodus ini
sangat berperan untuk penguatan dan percepatan pengiriman impuls saraf.
Berdasarkan cara neuron mengirimkan rangsang, neuron dapat dikelompokkan
sebagai berikut.
1.
Neuron
aferen, Saraf
sensorik bertugas menghantarkan rangsang dari organ penerima rangsang
(reseptor) ke pusat susunan saraf yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
Sekelompok badan sel neuron sensorik berkumpul membentuk ganglion yang
berlanjut ke sumsum tulang belakang. Akson euron sensori membawa rangsangan
menuju ke jaringan saraf pusat, baik sum-sum tulang belakang atau otak. Oleh
karena itu, penerima rangsang ini sering disebut juga neuron sensorik.
2.
Neuron
intermedier,
penghubung antara neuron aferen dan neuron eferen. Neuron intermedier terdapat
di sistem saraf pusat. Neuron intermedier meneruskan rangsang dari neuron
aferen ke neuron eferen, atau ke neuron intermedier yang lain.
3.
Neuron
eferen,
meneruskan impuls saraf yang diterima dari neuron intermedier. Pesan yang
dikirim menentukan tanggapan tubuh terhadap rangsang yang diterima oleh neuron
aferen. Dendrit dari neuron eferen menempel di otot sehingga sering disebut
juga neuron motorik.
Badan sel saraf terletak di pusat
saraf dan ganglion. Ganglion adalah kumpulan badan sel saraf yang letaknya
tertentu, misalnya di kiri-kanan sumsum tulang belakang.
2.2 Fungsi Sel
2.2.1
Fungsi
Sel Darah
1. Sel
darah merah
Fungsinya mengikat oksigen dari
paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan mengikat karbon
dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui paru–paru.
2. Sel
darah putih
Sel darah putih ini berfungsi untuk
membantu tubuh melawan berbagai penyakit infeksi sebagai bagian dari sistem
kekebalan tubuh.
3. Keping
darah
Fungsi utama adalah pembentukan
sumbat mekanis selama respon hemostatik normal terhadap luka vaskular.Selain
itu punya protein stabilisasi fibrin, penggandaan sel endotel setelah rusak,
penyimpanan ion kalsium.
2.2.2
Fungsi
Sel Epitel
Fungsi
utamanya melindungi dan sekaligus mempunyai sifat semipermeable.
a. Absorpsi,
sel yang melakukan absorpsi mempunyai emofili sitokleton, sel bersilia
dipermukaan usus halus.
b. Sekresi
(saluran keluar tapi diakai lagi,(hormon), keringat, empedu, pencernaan,
pancreas, hati. Sel sekresi : RER dan Golgi yang banyak dihasilkan di dalam
sitoplasma, empedu, hati, argumin, lambung/ stomash fredikel.
c. Pergerakan.
d. Ekskresi
(saluran keluar tapi tidak dibutuhkan lagi)
2.2.3
Fungsi
Sel Jaringan Ikat
Sel-sel jaringan ikat yang menyusun
jaringan ikat antara lain adalah:
1. Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis
protein yang menyusun serat matriks.
2. Makrofag : berfungsi dalam hal fagositosis
me”makan” sel bakteri.
3. Sel darah : berfungsi untuk sirkulasi gas dan
makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
4. Sel tiang : berfungsi menghasilkan histamin
dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan permeabilitas membran
bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke jaringan yang diserang
antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan mekanisme menghambat pembentukan
trombin dari protrombin.
5. Sel lemak : berfungsi untuk menyimpan lemak.
2.2.4
Fungsi
Sel Jaringan Otot
1. Otot
polos
Fungsi otot polos adalah
menggerakkan organ dalam tubuh yang bergerak secara tak sadar tidak bekerja
pada jantung.
2. Otot
lurik
Fungsi otot lurik untuk
menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan keras.
3. Otot
jantung
Fungsi otot jantung adalah untuk
memompa darah ke luar jantung
2.2.5
Fungsi
Sel Jaringan Saraf
Ada
tiga macam sel saraf yang dikelompokkan berdasarkan struktur dan fungsinya,
yaitu:
a. Sel
saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari
reseptor yaitu alat indera.
b. Sel
saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke
efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau
diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
c. Sel
saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu
dengan sel saraf lainnya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Berdasarkan
pembahasan diatas, maka dapat ditarik simpulan sebagai berikut:
1.
Fungsi Sel Darah
a. Sel darah merah
Fungsinya
mengikat oksigen dari paru–paru untuk diedarkan ke seluruh jaringan tubuh dan
mengikat karbon dioksida dari jaringan tubuh untuk dikeluarkan melalui
paru–paru.
b. Sel darah putih
Sel
darah putih ini berfungsi untuk membantu tubuh melawan berbagai penyakit
infeksi sebagai bagian dari sistem kekebalan tubuh.
c. Keping darah
Fungsi
utama adalah pembentukan sumbat mekanis selama respon hemostatik normal
terhadap luka vaskular.Selain itu punya protein stabilisasi fibrin, penggandaan
sel endotel setelah rusak, penyimpanan ion kalsium.
2.
Sel Jaringan Epitel
Fungsi
utamanya melindungi dan sekaligus mempunyai sifat semipermeable.
a.
Absorpsi, sel yang melakukan absorpsi
mempunyai emofili sitokleton, sel bersilia dipermukaan usus halus.
b.
Sekresi (saluran keluar tapi diakai
lagi,(hormon), keringat, empedu, pencernaan, pancreas, hati. Sel sekresi : RER
dan Golgi yang banyak dihasilkan di dalam sitoplasma, empedu, hati, argumin,
lambung/ stomash fredikel.
c.
Pergerakan.
d. Ekskresi
(saluran keluar tapi tidak dibutuhkan lagi)
3.
Fungsi
Sel Jaringan Ikat
Sel-sel jaringan ikat yang menyusun
jaringan ikat antara lain adalah:
a.
Fibroblast : berfungsi untuk mensintesis
protein yang menyusun serat matriks.
b.
Makrofag
: berfungsi dalam hal fagositosis
me”makan” sel bakteri.
c.
Sel
darah : berfungsi
untuk sirkulasi gas dan makanan, juga pertahanan tubuh terhadap antigen.
d.
Sel
tiang : berfungsi
menghasilkan histamin dan heparin. Histamin berperan dalam meningkatkan
permeabilitas membran bagi sel darah putih untuk dapat melakukan diapedesis ke
jaringan yang diserang antigen. Heparin berperan daam anti koagulan dengan
mekanisme menghambat pembentukan trombin dari protrombin.
e.
Sel
lemak :
berfungsi untuk menyimpan lemak.
4.
Fungsi Sel Saraf
Ada tiga macam sel saraf yang dikelompokkan
berdasarkan struktur dan fungsinya, yaitu:
a. Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi
menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
b. Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi
mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang
diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
c. Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang
berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya.
5.
Fungsi Sel Otot
a. Otot polos
Fungsi
otot polos adalah menggerakkan organ dalam tubuh yang bergerak secara tak sadar
tidak bekerja pada jantung.
b. Otot lurik
Fungsi
otot lurik untuk menggerakkan tulang dan melindungi kerangka dari benturan
keras.
c. Otot jantung
Fungsi
otot jantung adalah untuk memompa darah ke luar jantung
3.2 Saran
Metode pembelajaran yang menuntut
mahasiswa/mahasiswi untuk lebih mendalami ilmu tentang sel, dimana pemahaman
terhadap sel merupakan dasar dalam nantinya terjun ke dunia kerja dengan mebuat
makalah berkelompok sangatlah baik adanya. Maka dari itu sebaiknya hal ini
terus dipertahankan guna menambah kematangan pemahaman mahasiswa dan mahasiswi tentang sel.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar